Latest Post

CERPENKU (Part 1)

| Jumat, 15 Mei 2015
Baca selengkapnya »
halooo,, gaesss...
Kali ini aku akan memperlihatkan hasil karyaku membuat cerpen,, 
awalnya, aku buat cerpen ini, cuma iseng-iseng aja sih,, hehe..
apalagi aku buatnya itu, pas aku kuliah semester 3,, hehe.. udah lama banget kan.. sekarang aku semester 6 lho.. hehe.. tapi baru sempet dan berani aku publikasiin..
karena ini aku baru belajar buat cerpen, jadi rada berantakan dikit gapapa ya.. hehehe :P
Oh iya, cerpen ini uga terlalu banyak khayalan atau imajinasinya,, jadi jangan heran ya.. #biasa masih labil,, hehe xD

Penasaran kan,, sama ceritanya.. ini dia... 
Selamat Membaca.. ^o^

-My Journey-
Perkenalkan, namaku Amalia Sonya Azalia. Teman-temanku memanggilku ‘Lia’ atau kadang juga dipanggil ‘Sonya’. Aku adalah seorang mahasiswa baru yang mengambil jurusan dibidang ekonomi yaitu akuntansi. Aku sangat tertarik dengan penghitungan-penghitungan yang notaben-nya tidak memerlukan penalaran dalam berfikir.
              Hari ini adalah hari pertama-ku mengikuti penerimaan mahasiswa baru di Universitas Pajajaran Indonesia. Saat aku sedang menuju ke kampus dengan payung hijauku, tiba-tiba hujan deras mengguyur dengan cepatnya. Aku bergegas untuk segera masuk kedalam bus kampus. Untuk mengisi kepenatanku, aku medengarkan radio melalui headset dan mendengarkan lagu yang sudah aku pesan. Tiba-tiba orang yang ada diseberang kursiku melihatku dan tersenyum padaku. Aku yang melihatnya dari pantulan kaca jendela bus merasa aneh, dan melihat apakah ada yang salah dengan muka dan penampilaku? Aku rasa tidak ada yang aneh dengan diriku dan membiarkannya berlalu begitu saja.
            Saat aku turun dari bus, dengan payung hijauku. Tiba-tiba lelaki itu memanggilku, “Tunggu sebentar.” sahut lelaki itu, yang dengan segera menghampiriku dan memegang tanganku yang ada dipayung.
“Apakah kamu mengikutiku?” tanyaku. “Oh, tidak.. Uhm, aku sudah punya cowok yang aku suka” kata Sonya dengan pelan dan mencoba melepaskan pegangan tangannya.
Laki-laki itu tersenyum dan berkata, “Uh oh.. This isn’t right. This is mine. This is my umbrella. Kamu mengambil payung yang salah, untuk itulah aku mengambilnya. Pergilah!” dengan cepat merebut payung itu dariku dan berjalan mengabaikanku.
“oh, tidak, oh oh..” desahku dengan mengikutinya dan mencoba berteduh sepayung dengan-nya. “Lalu, dimana payungku?” tanyaku padanya. “Aku melihatnya didalam bus.” jawabnya dengan cepat. “Lalu, kenapa kamu tidak membawakan payungku?” tanyaku dengan kesal. “Mengapa aku harus turun dari bus dengan memakai payung orang lain?” jawab cowok tersebut dengan menghentikan langkah kakinya. “Jika aku membawa payungmu, kamu harus membawakan payungku!” nasehatku padanya. “Setiap orang harus menginggat payungnya masing-masing, bukan?” katanya dengan angkuh. Dengan kesal aku berkata,“Hey, itu karena kamu melihatku didalam bus tadi, jadi aku tanpa sadar mengambil payungmu. Kamu tetap melihatku, benarkan? Melihatku dan melihatku.. huh?”
“Siapa yang perduli aku melihatmu atau tidak?” jawabnya cepat. “Benar, kamu melihatku. Kamu tetap melihatku dan tersenyum kearahku, benarkan? Kamu melakukannya kan?” tanyaku kesal. “Iya, benar aku melakukannya.” jawabnya. “Oh, kamu melakukannya!” nadaku marah. “Aku melakukannya, karena kamu sangat lucu. Ketika kamu mendengarkan radio, aku melihatmu dan kamu sangat lucu dengan bernyanyi cukup keras.” sahutnya dengan santai. “Oh, jadi begitu, mengapa kamu melihatku.” kataku pelan.
“Kamu pikir, hanya aku yang melihatmu? Semua orang yang ada di bus melihatmu. Tapi, aku tahu bahwa kamu hanya melihat mataku.” katanya dengan angkuh dan mulai melanjutkan langkah kakinya. Aku yang mengikutinya hanya mendengarkannya berbicara. “Aku mendukung hal tersebut. Masalahnya kamu tidak melihat orang lain yang ada di bus, dan itu nampak hanya pandangan bagus dari seorang cowok yang ada dimatamu. Bertingkah berlebihan terhadap imajinasimu dan membawa payung orang lain.” katanya. “What?? Dan sekarang, apakah kamu mengikutiku? Oh my god.” sahutnya kembali. “Apakah kamu akan pergi dengan mengikutiku seperti ini?” tanyanya lagi.
“Tidak..” sahutku segera. “Aku pergi sekarang.” kataku pelan. “Aku minta maaf atas kesalahpahaman ini. Tapi aku cukup kecewa karena kamu tidak mengambilkan payungku. Sampai jumpa.” kataku dengan sopan.
Dengan payungnya, cowok tersebut menghalangi jalanku dan bertanya, “Apakah kamu mau ke gedung itu?” “Jangan mencoba untuk tahu lebih banyak lagi, hmm?” sahutku dan pergi meninggalkannya. “Uh oh..” gumamnya.
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akupun mulai memasuki gedung dimana upacara penerimaan mahasiswa baru itu  berlangsung. Aku duduk di urutan ke-2 dari depan. Hari itu, upacara berlangsung dengan teleconverence, jadi semua mahasiswa baru hanya melihat dari layar yang sudah disediakan. Setelah acara pembukaan upacara penerimaan mahasiswa baru, panitia PPA (Program Pengenalan Akademik)  mulai memperkenalkan diri satu per satu.
Terkejutnya diriku, ketika tiba pada akhir perkenalan, ternyata cowok yang bertengkar denganku sebelumnya adalah salah satu kakak tingkatku dan sekarang menjadi pendampingku selama mengikuti kegiatan PPA ini. Cowok tersebut bernama Argi Redfayana. Nama yang cukup unik untuk sebagian orang yang baru mengetahuinya. Dia berasal dari Bandung dan ternyata lebih tua 2 tahun dariku. Betapa malunya diriku ketika mengetahui hal tersebut, akupun sempat mengehela nafasku dan memejamkan mataku karenanya.
Tiba-tiba terdengar suara yang pernah ku dengar sebelumnya. “Hey, kamu. Mengapa kamu menutup matamu?” kata Argi kepadaku. “Tidak. Aku hanya menutup mataku sebentar karena debu.” jawabku segera. “Oke, karena kamu melakukannya dengan menutup matamu cukup lama, maka majulah kedepan dan perkenalkan dirimu.” katanya kembali.

Dengan berat hati aku melangkah maju ke depan banyak orang. Sebenarnya, aku sangat malu untuk melakukan hal tersebut, tapi aku harus melakukannya. “Perkenalkan, namaku Amalia Sonya Azalia, teman-teman bisa memanggilku Sonya. Aku berasal dari Semarang. Salam kenal semuanya.” kataku dengan grogi. Tidak hanya disitu saja, aku diperbolehkan duduk kembali asalkan aku harus melakukan semacam gerakan senam bersama kakak-kakak panitia PPA, yang diberi julukan tarian ‘Chicken Dance’. Setelah itu, mereka memberiku sebuah gantungan kunci sebagai partisipasi melakukan hal tersebut dan menyuruhku duduk kembali. 
Hari ini begitu panjang berlalu bagiku. Akupun kembali menuju asrama yang aku tinggali bersama dengan teman sekamarku dan juga teman sekelasku yang berasal dari Tegal, Lutfiyani namanya. Walaupun aku cukup kesal dengan kejadian itu, tapi aku juga merasa senang. Entahlah, rasanya seperti campur aduk. Akupun membuat diriku merasa nyaman berada dikamar, dengan membuka selembar kertas berisi informasi tentang UKM (unit kegiatan mahasiswa) dan mulai memberi lingkaran pada kegiatan yang membuatku tertarik, yaitu HIMA dan KIME. Sebenarnya, aku tidak mengerti apapun tentang dua kegiatan ini, tetapi rangkaian huruf itu membuatku semakin penasaran apa yang ada didalam kegiatan tersebut.
Haripun berlalu dengan cepatnya, sudah seminggu aku berada di universitas ini. Banyak UKM yang menawarkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan mereka. Salah satunya adalah HIMA (Himpunan Mahasiswa). Kegiatan yang sudah aku incar saat ini. Aku, Ajeng dan Lutfi pun berdiri disebuah banner, dimana berisi bagaimana cara mendaftar menjadi MPE 48, HIMA Jurusan Pendidikan Ekonomi.
 “Ayo adek, daftar saja magang HIMA Jurusan Akuntansi. Cara daftarnya seperti ini. Jika masih belum paham, tanya saja.” celetuk cowok yang tak asing bagiku. Akupun tersadar bahwa dia adalah kakak tingkatku yang bernama Argi. Beruntungnya diriku, bahwa dia tidak mengingat wajahku, jadi aku bisa bertanya-tanya tentang organisasi itu kepadanya. Tanpa ragu lagi, aku dan temanku pun mendaftar menjadi anggota magang HIMA PE. Kami harus mengikuti litsus untuk bisa bergabung dalam organisasi HIMA PE ini. Seminggu berlalu, pengumuman diterima atau tidaknya di organisasi tersebut, sudah terpajang di mading kampus. Aku sangat senang, ketika melihat namaku tertulis dikertas tersebut. Sayangnya, teman sekamarku Lutfi, gagal untuk masuk dalam organisasi tersebut.
            Tidak lama setelah pengumuman, diadakan pertemuan antara mahasiswa yang mengikuti magang dan fungsionaris HIMA PE. Kami saling memperkenalkan diri satu sama lainnya. Argi juga memperkenalkan dirinya kembali. Entah kenapa, aku mulai tertarik kepadanya. Mungkin karena namanya yang terlalu unik, sehingga aku merasa penasaran dengannya atau ada faktor X yang lainnya. Aku tidak begitu yakin dengan hal tersebut. Tanpa sadar, ternyata aku sudah memperhatikannya sejak awal pertemuan itu. Tiba-tiba dia beralih tempat dan duduk dibelakangku. Aku pun bertanya padanya, “Apa yang kakak lakukan disini?” “Diamlah!” serunya padaku. Dan ternyata, dia menjahili mahasiswa magang dengan membolak balikkan sepatu mereka dan menyembunyikan sepatu mereka. “Jahil sekali orang ini, haha..” gumamku. Setelah selesai acara tersebut, banyak mahasiswa magang yang menggerutu dan aku hanya tersenyum karenanya.
            Pertama kalinya aku mengikuti kegiatan magang-ku di HIMA PE dengan menjabat sebagai asisten sekretaris. Kak  yang biasa dipanggil kak Tika, memberi pengarahan kepadaku dan dua temanku, Kinal dan Melody, bagaimana caranya menjadi sekretaris di HMJ Akt ini. Setiap mahasiswa magang, diberi sebuah proja untuk membantu kak Tika dalam pembuatan laporan, akupun ditugaskan dalam kegiatan Coreship dan PKMMTJ. Saat acara berlangsung, semuanya berjalan dengan lancar. Anehnya, disana aku mulai akrab dengan kak Argi. 


Ehhh,, gimana cerpenku???? seru gak?? 
Penasaran sama kelanjutannya..
Simak terus ya di postingan selanjutnya,,
Byyeeee..        \(^o^)/

CERPENKU (Part 1)

Posted by : Unknown on :Jumat, 15 Mei 2015 With 0komentar
Tag :

JEJAK PESAWAT (Part 2)

|
Baca selengkapnya »
haii gaeesss,, 
balik lagi nih,, untuk episode jejak pesawat part 2 kali ini, aku mau cerita sedikit nih tentang jejak pesawat..


Sebenarnya ya, jejak pesawat itu adalah awan cirrus.. nah, yang pernah belajar geografi atau meteologi pasti tau nih.. hehe :P
awan cirrus ini, tidak terjadi bergitu saja gaess,, hal ini terjadi karena jejak awan (baca: kondensasi) itu yang ditimbulkan oleh knalpot pesawat dan ujung sayap pesawat. jejak pesawat tersebut terbentuk pada lapisan ketinggian tertentu (diatas 8.000 meter). 
Kalo kalian masih gak ngerti nih,, gampangnya asap putih pesawat itu adalah gas buang yang membeku, karena di atas sana sangat dingin. 

Nah, seperti yang aku jelaskan sebelumnya, bahwa jejak itu berasal dari knalpot pesawat, itu berarti bahwa adanya kondensasi uap buangan bahan bakar pesawat yang mengandung hydrogen dan carbon, yang nantinya akan dibuang oleh engine jet pesawat terbang gaeess..
dari buangan hidrogen yang bercampur dengan oksigen di suhu yang mencapai -50an derajat celsius (dinginnya super nih gaess,, haha), maka buangan tersebut langsung menjadi butiran air es dan akhirnya menciptakan jejak bagaikan awan cirrus.. paham kan??

Itulah sedikit ceritaku tentang jejak pesawat,, 
yang jelas, jejak pesawat itu sangat indah dipandang, apalagi kalo pas bener-bener liat pesawatnya lagi jalan dan ada jejaknya,, wahh sugoi ne.. \(^o^)/   aku sangat menyukainya,, 
dan kalau udah liat jejak pesawat nih ya, langsung keinget lagunya JKT48-Hikoukogumi (Jejak Pesawat) yang keren itu,, hahaha xD  #maap ya, aku fans JKT48 soalnya, haha

Sekian deh, cerita tentang jejak pesawat ini.. Semoga kalian gak pusing ya,, hehe
See U next Time .. ^o^

JEJAK PESAWAT (Part 2)

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :

JEJAK PESAWAT (Part 1)

|
Baca selengkapnya »
JEJAK PESAWAT... 

Itulah yang aku suka ketika aku melihat ke langit,, betapa indahnya ketika langit nan biru dihias oleh coretan dan goresan putih akibat pesawat terbang.. wah, kirei ne.. ^o^
mungkin itulah yang aku suka ketika memandangi langit,, 
Memandang langit adalah salah satu cara yang ampuh bagiku untuk menghilangkan kesedihan yang aku rasakan. kenapa bisa?? 
jawabannya,, aku juga gak tau kenapa bisa.. tapi, ketika memandang ke langit yang luas, ada perasaan yang menentramkan,, ini juga berlaku ketika melihat dan memandang hamparan sawah yang luas dan lapangan yang di penuhi oleh rerumputan,, semuanya begitu mendamaikan..
satu hal lagi yang pasti, ketika aku ingin menangis, dan aku mencoba memandang ke langit, air mata kesedihan tak akan mampu untuk mengalir dan membasahi pipi yang merona ini,, hehe :p #alay ya.. xD
ehhh,, aku kok jadi berubah topik ya.. 
Oke deh, lanjut kembali ke jejak pesawat.. :D
Seperti didalam lagunya JKT48-Hikoukigumo yang ada lirik yang mengatakan "Jejak pesawat yang dilangit, garis putih lurus memanjang, perasaan siapa yang masih ada, tanpa mampu menoleh kebelakang." itu menjelaskan bahwa seperti halnya jejak pesawat yang lurus, kehidupan kita juga harus berjalan terus,, dimana, apapun yang sudah kita lalui, kita tidak perlu lagi untuk menoleh ataupun kembali ke masa lalu. Aku menyadari hal ini, karena semua hal yang sudah kita lewati adalah keputusan kita sendiri, baik itu keburukan atau kebaikan yang sudah terjalani, itulah jalan yang sudah kita ambil.. Jadi, apapun yang terjadi sebelumnya, janganlah menyesali apapun, dan teruslah melanjutkan kehidupan ini seperti jejak pesawat yang terus maju tanpa mampu menoleh kembali ke belakang.

Untuk sesi kali ini, cukup sekian dulu ya,, 
masih ada lagi yang ingin aku bahas mengenai jejak pesawat,, tetap ikuti terus ya.. 
#hahaha kayak iklan aja ya,, hehe :P
oke deh,, lanjut postingan selanjutnya ya.. byeee  ^o^   

JEJAK PESAWAT (Part 1)

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :

Joko, My Inspiration

| Jumat, 08 Mei 2015
Baca selengkapnya »
Haii semua,, udah lama gak nulis di blog,, entah kenapa hari ini aku ingin menceritakan kisah seseorang (sebut saja : Joko), hahaha..
Joko ini adalah inspirasiku kenapa aku ingin menulis lagi di blog ku yang sudah lama berdebu dan tidak kusentuh ini.. Hehe.. Lebay ya xD
Kok bisa?? 
Alasannya karena dia adalah blogger,, yang selalu menceritakan pengalaman-pengalamannya ya, walaupun hanya sebatas muncak, jalan-jalan, tapi seru aja kalau baca blog nya joko ini.. #menurutku sih,, hehe
Ditelusuri lebih lanjut, ternyata blog tersebut pernah menang lho gaeess.. Wah keren ya.. 
Dia adalah teman yang baru aku kenal sekitar 2 bulan yang lalu, tapi kita langsung akrab gitu,,
Tanpa sadar aku selalu mengupdate blog nya dia (baca: joko) dan selalu tanya kalo belum nulis di blognya,, hahaha, aneh ya.. 
Nah, akhir-akhir ini nih, si Joko selalu bilang gini ke aku,, "kamu sih nulis di blogmu, ntar aku jadi pembaca setiamu deh,, hahaha" (sambil ada emot ketawanya gitu :D) 
Dan detik ini lah, akhirnya aku memituskan untuk mencoba kembali menulis di blog,, hehe.. 
Terima kasih kawanku, telah membuka pikiranku untuk kembali lagi ke dunia maya ini.. Hehe..
You're my inspiration.. Thank you ;)
 

Joko, My Inspiration

Posted by : Unknown on :Jumat, 08 Mei 2015 With 1 komentar:

Teman Baikku ^-^

| Minggu, 25 Mei 2014
Baca selengkapnya »
Teman??
Apakah kamu memahamiku?? Apakah aku ini teman bagimu??
seribu alasan mulai berkecambuk didalam diriku, entahlah, aku pun tak memahaminya. satu alasan kenapa aku berfikir seperti itu adalah aku merasa kesepian. kesepian tanpa kehadiranmu disini.
Apa yang kamu lakukan teman?? Apakah kamu sedang sibuk??
rasanya aku selalu mengkhawatirkanmu. aku selalu merindukanmu. walaupun kamu berada didekatku, rasanya kita berada ditempat yang jauh dan berbeda.

Teman Baikku ^-^

Posted by : Unknown on :Minggu, 25 Mei 2014 With 0komentar
Tag : ,

Instropeksi diri adalah Jawaban yang Tepat !!

| Sabtu, 12 April 2014
Baca selengkapnya »
dalam kehidupan ini, pasti ada yang hitam dan ada yang putih, semuanya saling berkaitan satu sama lain,, nah,, kali ini aku ingin bercerita tentang kehidupanku yang ngambang,, antara hitam dan putih.. hehe :P

kalo penasaran,, silahkan di baca ya.. hehe :P

Instropeksi diri adalah Jawaban yang Tepat !!

Posted by : Unknown on :Sabtu, 12 April 2014 With 2komentar
Tag : ,

cinta dan perkawinan

| Rabu, 17 Juli 2013
Baca selengkapnya »

Cinta Dan Perkawinan

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting – ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”
“Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun menjawab, “Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya“
Gurunyapun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan.
Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali.
Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta.
Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya.
Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia – sialah waktumu dalam mendapatkan
perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.

cinta dan perkawinan

Posted by : Unknown on :Rabu, 17 Juli 2013 With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲