Latest Post

SAWAH nan HIJAU

| Minggu, 27 Desember 2015
Baca selengkapnya »




Haiii haii..
kali ini aku mau cerita nih,, perjalananku tadi pagi melewati jalan lingkar demak, membuat aku ingin menuliskan betapa indahnya alam yang ada di sekitar kita..

nah,, sebelumnya aku udah pernah cerita kan kalau aku itu suka banget liat jejak pesawat.. hehe..
nah, kali ini aku mau cerita tentang sawah...
Ilustrasi
Aku suka banget liat sawah,, aku tuh ya, kalo aku liat sawah membentang luas, dengan warna sama rata hijau.. aku rasanya pengen terjun dan melompat kesana.. membayangkan bahwa sawah itu adalah kasur springbed.. hahaha.. xD
apalagi kalo pas lagi perjalanan wisata gitu, kan pasti capek tuh ya,, terus liat pemandangan kanan dan kirinya sawah.. wah, langsung aja deh,, pengen langsung melompat dari jendela.. :D #lebay ya aku.. :p
Tapi aku memang suka banget liat sawah hijau.. rasanya menenangkan.. nyaman.. 
Apa kalian juga sepertiku?? suka liat persawahan?? 
pasti jarah deh, orang yang seperti aku.. hahhahaa...

Sawah itu menurutku adalah tempat dimana aku bisa berkata "sugoi" (baca: keren),, 
tempat dimana aku merasa lega.. tempat dimana aku menjadi nyaman, tentram, dan damai.. 
duh duh,, alay deh.. hahahha..
tapi beneran deh,, aku merasakan seperti itu.. mungkin kalian gak berfikir seperti itu sih.. hehe

mungkin juga karena sawah berwarna hijau ya,, karena warna hijau itu adalah warna yang menentramkan.. bisa membuat kita lebih relax.. 

apapun itu alasannya,, aku pun tidak terlalu memahaminya.. yang aku yakini sekarang adalah.. 
aku suka melihat sawah nan hijau membentang luas.. Kirei ne... \(^o^)/
















SAWAH nan HIJAU

Posted by : Unknown on :Minggu, 27 Desember 2015 With 0komentar
Tag : ,

Jarak ,, Apakah jadi masalah??

|
Baca selengkapnya »
Jarak ,, Apakah jadi masalah??


Mungkin jarak adalah kendala setiap orang yang berhubungan LDR, namun tidak begitu dengan diriku.
Aku mungkin memang LDR, tapi kepercayaan membuatku yakin akan keberlajutan ini..
Adakalanya memang aku sedikit merengek mencari perhatian darinya.. 
Wajar sih,, setiap cewek pasti seperti itu,, iya kan??
Nah, masalahnya sekarang,, jarakku dengannya yang jauh, kadang membuat kami merasa bahwa walaupun berjauhan namun terasa kita berdekatan..
Cewek yang seperti aku, pasti tak kan berfikir jarak jauh adalah problem yang berat..

Namun,, kenapa ketika jarak menjadi dekat,, aku merasa kita malah berjauhan ya??
Apa ini kesalahan dari jarak?
atau diriku yang tak memahami jarak?? 

Ilusi dari sebuah jarak, terkadang memang membingungkan.. 
tapi itulah jarak..

Tak banyak yang mengetahui, berapa jauh jarak yang akan dilalui...
dan berapa langkah kaki yang harus digapai..
semuanya menjadi semu 
menjadi bayangan yang kelabu..

Jarak ,, Apakah jadi masalah??

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :

Rinduku Padamu (blogging)

| Selasa, 24 November 2015
Baca selengkapnya »
Setelah sekian lama aku keluar dari dunia ini (baca: blogging), akhirnya ada masanya pun aku merindukan goresan tinta ini muncul kembali.. #ah lebay deh..
Ilustrasi

Hari ini, 25 Oktober 2015, aku memulai hariku dengan menikmati cerita-cerita yang sering di buat oleh salah satu temanku di blog miliknya..
Ketinggalan jauh dengan dongengan (baca: cerita) nya yang selalu buat aku terkagum2, membuatku menghabiskan kurang lebih 1 jam untuk membacanya sampai selesai..
Saat itupun tanganku mulai gatal dan mulai mengetik di tempat ini (baca: blog)..
Aku merindukan tulisan2 ku yang dulu pernah menghiasi blog ku ini..
Kembali mengarungi dunia blogging, dengan perasaan yang tertuang ke dalamnya.. Aku merindukan itu..
Aku pun juga merindukan dia,, sosok seorang sahabatku yang pernah membangkitkan rasa hausku akan menulis dan berbagi cerita..
Aku sering memanggilnya Fafa,, nama yang sedikit aneh memang untuk ukuran cowok,, tapi aku suka memanggilnya seperti itu..
Karena dialah, aku ingin melanjutkan kisah2 menarik di hidupku untuk ku tuangkan dan ku ceritakan kepada teman2 semuanya..
Terima kasihku kuucapkan, untuk Fafa yang selalu mendukungku dan membantuku.. Motivasi darimu membantuku bangkit kembali.. \(^o^)/
Arigatou.. Hountou ni arigatou..

Rinduku Padamu (blogging)

Posted by : Unknown on :Selasa, 24 November 2015 With 0komentar
Tag :

Putus kah??

| Sabtu, 30 Mei 2015
Baca selengkapnya »
Hasil gambar untuk tali putus
31.05.2015, aku gak tau apakah tanggal akhir bulan ini merupakan akhir dari petemanan kita??
Entahlah... 
Apakah permasalahan kecil itu dengan cepat memutuskan tali persahabatan kita?? 
Aku juga gak tau.. :'( 
Aku gak ingin kita seperti orang yang tak saling kenal.. 

Fa,, taukah kamu, aku sudah tertarik sama kamu ketika kita pertama bertemu.. 
Ingat kah kamu pernah mengatakan 'Jika sudah tertarik, maka semuanya akan menarik'
Begitulah diriku ini ingin mengenalmu..

Baka..
Satu kata yang akan aku ucapkan bila memang persahabatan ini akan berkahir begitu cepatnya..

Maret lalu, aku mulai bertemu denganmu.. Kita bisa saling bertukar pandangan bersama.. Dengan cepatnya pertemanan itu terjalin diantara kita..
Jujur aja, aku tidak begitu pandai untuk menjalin pertemanan dengan orang lain.. Buktinya, sampai sekarangpun aku belum mampu untuk dapat berbaur dengan teman yang lain di kelompok kita.. Tapi, kamu selalu memberikan keakraban kepada kita semua untuk bisa menjadi kelompok yang benar-benar bisa menjadi satu kebersamaan yang luar biasa..
Aku selalu mengagumi mu kawan..

April, mei pun berlalu..
Aku pikir, aku memang sudah menganggapmu lebih dari sekedar teman biasa.. Sahabat yang saling berbagi pengalaman, sahabat yang saling berbagi kisah, sahabat yang saling berbagi suka dan duka bersama..

Saat hari kelahiranmu itu tiba, tak tau kenapa aku merasa ingin memberikan sesuatu yang mungkin bisa kamu ingat selalu,, itupun aku persiapkan secara dadakan untukmu.. Aku sedikit berbohong kepadamu kalau aku selalu melakukan hal itu,, aku hanya melakukannya kepada orang-orang yang spesial dihatiku ini..

Banyak yang sudah kita lalui bersama, disetiap saatnya aku bersamamu, aku tak pernah merasa kesepian..

Bodohnya aku, mengorbankan tugas ku hanya untuk bersamamu kawan.. Tugas observasi di studio musik itu, hanyalah alasanku untuk bisa bersamamu.. Jujur saja, aku sebenarnya mendapatkan tugas untuk observasi di kucingan, tapi aku bertukar dengan temanku yang mendapatkan studio musik, agar kamu dapat membantuku ketika observasi itu. Maaf kan aku fa..

Aku sadar, kita lebih dari sekedar teman ataupun sahabat.. kita saling cemburu satu sama lain, kita selalu sharing bersama, dan bercanda riang bersama.. 
kita pernah melakukan hal tersebut dalam 2 bulan terkahir ini..
 
apakah itu semua akan berakhir semudah itu fa??
Aku tidak ingin itu semua terjadi fa..
Apa yang harus aku lakukan ketika kita bertemu lagi?? Mungkin perasaan malu dan canggung akan muncul nantinya..
 
Kamu selalu baik kepadaku, fa.. aku tidak akan pernah bisa melupakan semua itu..
ini terlalu tidak masuk akal dan diluar kendaliku untuk kita dengan cepatnya kamu memutuskan untuk melupakan semuanya, menjalin kebersamaan lagi bersamaku..
 
Aku bodoh ya fa..
Maafkan aku fa.. maaf kan kesalahanku dimatamu..
 
Aku selalu meyukaimu, fa.. sejak kita bertemu aku sudah menyukaimu.. maafkan aku fa..
semoga kita selalu bersama dengan canda tawa yang selalu hadir dalam setiap pertemuan kita..
 
Aku berharap persahabatan kita tak akan pernah putus fa.. aku selalu berharap seperti itu.
Terima kasih buat segala yang telah kamu lakukan untukku.. Aku tak akan melupakan hal itu.. :')

Putus kah??

Posted by : Unknown on :Sabtu, 30 Mei 2015 With 0komentar
Tag :

KOMPAS, I miss you all

| Sabtu, 23 Mei 2015
Baca selengkapnya »
Rasa penasaranku meningkat, ketika diriku mulai menyelusuri jalan setapak di mbah google.
Entah kenapa aku mulai menuliskan namaku sendiri disana, 'Salfira Amalia'. 
'Jretttt' sederet nama yang hampir mirip dengaku bermunculan. aku sempet berfikir, ternyata namaku pasaran banget ya.. huuuu :'(
Ada sekitar 15 halaman yang bisa aku telusuri dengan namaku. Aku pun menemukan beberapa namaku disana, mulai dari dataku di FB, Twitter, Blog, maupun di dikti. hehe.. maklumlah pernah ikutan buat pkm soalnya, jadi namanya muncul deh di dikti.. hehe..
Sampai pada beberapa halaman penelusuran, aku menemukan data nama-nama yang masuk ke SMASAKU (SMA N 1 Kudus), hehe.. Ketika aku buka, ternyata itu adalah urutan rangking dari hasil tes masuk SMASA pada tahun 2009.. wah lama banget ya guess.. dan ternyata aku itu ada di urutan ke 139,, huhu.. dasar aku ini payah ya.. :'( tapi lumayan lah, yang di terima waktu itu 360 siswa guess.. hehe..
Kemudian, pencarianku kembali ku tapaki.. sedikit demi sedikit ku cari namaku yang benar-benar namaku,, karena terlalu banyak nama yang hampir sama denganku.. huuuhuhuu
di akhir-akhir pencarian, ku temukan namaku di salah satu blog, blog yang ternyata dibuat oleh teman seperjuanganku ketika aku masih SMA. Blog ini ditulis oleh Yonarisa Prahesti -salah satu teman sekelasku dari kelas XI sampai kelas XII- yang membuatku teringat akan masa-masa putih abu-abu ku.. 
Di blognya, dia menuliskan namaku dengan jelas dan mengatakan.. "Salfira Amalia Listyaningrum – Ini nih anaknya bu rusmi, ochak rajin banget anaknya, pinter. Cuma sayang kalo nariki kas bikin badmood mendadak wkwkwk" .. aku pun langsung ketawa sendirian di kamar kos ku ini,, dan mulai mengingat-ingat masa-masa yang katanya orang-orang adalah masa yang paling indah.. hahha.. :D

Moment masa-masa SMA yang memang perjalanan yang luar biasa bagiku,, banyak hal yang ku lalui ketika aku SMA.. jaman dimana aku masih cuklun (baca: polos), potong rambut pendek se telinga,, hahha.. xD
sampai-sampai pernah ikut-ikutan temen ke kantin pas pelajaran.. hahha.. #dasar aku ini suka ikut-ikutan aja og,, hehe..
Kalo inget jaman SMA ya, aku inget masa-masa dimana aku mengikuti ektrakulikuler PMR, ikut Teather, ikut English Club -ikut 3x langsung keluar,, hahha :D- emm,, ikut apalagi ya?? Pokoknya ikut banyak deh,, hehe.. yang jelas, dulu aku itu ikut Pendampingan OSN guess.. hahha,, kelihatannya sih keren ya gues,, tapi sayangnya aku gak pernah menang gaaes,, hhehe.. aku se-kabupaten aja cuma peringkat ke-5 gueess,, ya lumayan lah.. haha.. tapi gak bisa ngebanggain SMA ku,, hehe.. #maafkan daku ya SMASAKU,, hehe.. 
Lanjut gaess,, 

Eh loh,, jadi ngelantur lagi nih aku,, duhdek -_-
kan niatannya aku mau cerita blog yang tadi,, hahaha.. maaf ya.. hehe
Tau gak,, masa SMA yang dibilang indah itu adalah ketika kita bersama dengan temen-temen sekelas kita gaaaeesss.. Kok bisa sih?? ya bisa dong,, temen SMA adalah temen-temen yang paling kocak yang pastinya pernah kalian kenal dibandingkan dengan jaman SD maupun SMP,, ya karena pas itu adalah masa-masa dimana ke-apaada-nya temenmu itu muncul gaess.. kalo jaman SD dan SMP kan masih jaga image gitu,, hehe..

Kalo di inget-inget jamannya SMA nih,, aku tuh deket banget lho sama guru ekonomi ku, bu Rusmi namanya. Itulah kenapa temenku Yonarisa menuliskan di blognya kalo aku ini anaknya bu Rusmi, hehe.. Terus ya, pas SMA itu tuh, aku jadi bendahara kelas,, dan paling rajin banget narikin (baca: meminta membayar) uang kas, sampai-samapai temen-temenku tuh ya pada bete kalo pas aku lagi nagih uang kas ke mereka.. haha.. :D
Dulu tuh ya, saking polos nya aku nih,, pas pelajaran akuntansi berlangsung, temenku Adam bilang gini ke aku, "kamu gak malmingan cak?" dan dengan polosnya aku tanya ke dia, "malmingan sih apa?" hahahha.. #dasar aku pekok, malmingan aja gak tau.. hahhaha.. terus Adam bilang gini, "Heh cak, malmingan mosok gak ngerti sih? hahhaha",, terus dilanjutin "Kuwe karo irfan malmingan ning mushola nggowo duit kas.. hahaha",, #bagi yang gak ngerti sih gak lucu,, hehe..
Irfan ini adalah ketua kelasku yang paling alim dibandingin temenku yang lainnya, makanya aku masak dibilangin malmingan di mushola jal,, pake uang kas segala lagi, mentang-mentang aku bendahara.. huhuuu.. Tapi ya itulah yang aku kangeni dari mereka,, celotehan-celotehan mereka yang aneh-aneh.. membuatku kangen sama mereka..
Mereka semua, anak-anak KOMPAS 3 -gak tau kepanjangannya apa,, intinya kelas IPS 3, hehe- yang selalu membuatku tertawa, membuatku menangis, membuatku bete.. pokonya lengkap deh..

Membaca blogmu yon yon,, membuatku teringat mereka semua satu per satu,, membuatku bernostalgia kembali dengan masa-masa itu.. membuatku menjadi lebih kuat kembali untuk lebih maju lagi dibandingkan yang dulu.. membuatku memahami arti persahabatan yang luar biasa.. membuatku selalu mengingat dan menyayangi kalian..
Aku merindukan kalian semua teman-temanku,, kalian adalah pacuanku untuk terus mencapai cita-citaku,, karena ku tau,, banyak diantara kalian, telah mendulang sukses terlebih dahulu.. aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian.. 
Terima kasih atas semua kenangan yang telah terukir di ingatanku samapai sekarang.. Aku tak akan melupakan kalian.. 

I miss u All, KOMPAS 3.. ({})

KOMPAS, I miss you all

Posted by : Unknown on :Sabtu, 23 Mei 2015 With 2komentar
Tag :

Perjalanan yang Aneh

| Jumat, 22 Mei 2015
Baca selengkapnya »
Petang itu, hari kamis tanggal 21 Mei 2015, aku hendak berkumpul rapat kkn di basecamp tempat biasa. Rasanya aku malas beranjak dari tempat tidurku.
Hendra, salah satu temanku sudah berjanji untuk berangkat bersama kala itu. Namun, ketika waktu mulai menunjukkan pukul 19.00, bbm pun berbunyi 'kling', dengan bergegas aku buka bbm ku dan dia mengatakan kalau dia tidak bisa mengikuti rapat malam itu.. 
Rasa sebel, dan bete mulai keluar diraut wajahku. Dan akupun harus bergegas ke tempat basecamp sendirian tanpa kehadiran duo kocak (agus dan hendra) kala itu. Agus -seseorang yang kukagumi sejak semester 1 dan sekarang sekelompok kkn denganku \(^o^)/- tidak dapat menghadiri rapat kala itu karena sedang mempersiapkan ujian seminar.
Rasanya hampa tanpa kehadiran mereka berdua berdua didekatku, karena kita selalu berangkat bersama-sama dan dijuluki trio di kelompokku,, haha..

Akhirnya, pukul 19.20 aku menghidupkan mesin motorku dan mulai menuju ke basecamp kkn kelompokku. Aku sudah sangat terlambat kala itu, akhirnya aku memutuskan untuk melewati jalan yang tercepat yaitu harus melewati kuburan yang sepi. Dengan cepatnya aku melaju di jalan yang gelap dan sepi itu. Aku gak perduli dengan jalannya yang bergelombang dan menjadikanku hampir saja jatuh di dempat yang mengerikan itu menuju ke jalan raya.
'Haaaaahh' rasa lega mulai menyapa ketika aku sudah sampai di depan jalan raya yang akan ku lalui. Senangnya aku, sudah terhindar dari tempat yang mengerikan itu.. Hahaha.. Alay ya pasti aku.. Hehe
Sesampainya di jalan raya itu, aku langsung disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah. Kenapa indah?? Karena jalan tersebut, samping kanannya adalah jurang, dimana kita bisa lihat lampu-lampu dari rumah-rumah di bawah sana. Dan yang gak kalahnya lagi, hari yang cerah itu mulai memancarkan sinar bulan dan bintang yang sangat kusukai,, keren banget deh,,, wahh.. Kirei (baca: indah) lah pokoknya.. ^o^
Sampai-sampai nih ya, pas aku ngeliat ke atas, hampir aja jatuh untuk yang kedua kalinya.. Hehe.. Untung aja aku sigap,, hhhehe.. Gak jatuh deh.. :p
Waktu liat bintang-bintang aku slalu menghayalkan sesuatu,, hehe.. Kayak anak kecil banget ya aku ini.. :p
Setiap kali liat bintang, pasti selalu datang khayalan yang berbeda-beda.. Emm,, salah satunya ya mengenai cita-citaku yang ingin kuliah ke jepang.. Hehe .. Amin..
Aku suka banget liat bintang,, menurutku bintang itu kerenn pokoknya,, dan selalu bisa memotivasiku untuk bangkit dan mencapai apa yang aku inginkan.. Karena, sekalipun aku ingin mengambil bintang, tak akan mudah kan.. Susah bangetlah ngambilnya,, emang kalian bisa ngambil bintang?? Hahaha.. #pertanyaan bodoh ya..
Karena susah n gak mungkin, jadi tak anggep aja itu kayak keinginanku yang pengen aku capai.. Jadi itu lah mengapa aku suka banget sama bintang.. Hehe..

Eh loh,, aku ini ngomong apa sih?? Gak nyambung sampe ngelantur ke sana sini.. Hahaha.. Maaf ya,, dasar aku ini..
Lanjut ya, setelah melewati jalan yang berliku-liku,, akhirnya aku sampai deh di basecamp kelompok kkn ku.. Basecamp nya itu di kost nya ketua kkn ku, nama inisialnya Faiz Bahtiar Fathar hehe.. #itu bukan inisial ya,, hahahaha.. Tapi sering tak panggil fafa.. Hehe..
Akhirnya sampailah sudah pengalamanku hari itu, rapatpun di mulai dan berakhirlah perjalanan dari kos ku ke kos nya fafa yang mengerikan sekaligus menyenangkan itu,, hehe..

Ini ceritaku yang aneh,, semoga menghibur kalian semua ya.. Hehe..
Thanks for reading.. Bye.. \(^o^)/

Perjalanan yang Aneh

Posted by : Unknown on :Jumat, 22 Mei 2015 With 1 komentar:
Tag :

CERPENKU (Part 3)

| Sabtu, 16 Mei 2015
Baca selengkapnya »
Ohayou... minna-san.. ^o^
Wah duh,, jangan bosen dulu.. ceritanya belum berakhir soalnya,, hehe..
tapi untuk episode kali ini,, aku bakal nyeritain sampe tuntas deh.. hehe..
jadi, jangan ngantuk dulu ya,, hehheehe..

karena udah pada penasaran sama ceritanya,, langsung aku ceritain aja ya gaaeeessss...
Yomi-kudasai !!

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
            Ketertarikanku padanya, membuatku sering memperhatikannya. Akupun sering dibuat kagum olehnya karena perkataannya di depan banyak orang dan hal itu membuatku sangat gembira bahkan bisa memotivasi hidupku. Tidak hanya disitu saja, aku mulai tertarik dengan kehidupannya, teman-temannya dan segalanya yang berhubungan dengannya. Perasaan ini, semakin hari semakin membuatku mulai gelisah. “Sonya, apa yang terjadi denganmu? Apa kamu mulai suka dengannya?” batinku dalam hati. Tapi, aku selalu mengelak adanya perasaan ini. Hal ini semakin membuatku merasa takut dan risau.
            Desember yang ceria pun tiba. Tibalah pula saatnya kegiatan terkhir magang HMJ Akt, yaitu ‘Evaluasi Akhir’. Kegiatan ini dilaksanakan di Jogjakarta sebagai tempat tujuan di pantai Parangtritis. Saat perjalanan menuju tempat tersebut, aku duduk sendirian di dalam bus. Tiba-tiba kak Argi duduk disampingku dan mengajak aku berbicara dan becanda. Suasana yang sangat canggung bagiku. Seperti ada sekat diantara kami berdua untuk berbicara secara bebas dan lepas. Kami hanya sebentar berbicara, setelah itu kami saling diam. Setiap kali dia berbicara padaku, aku sama sekali tidak memandanginya. Tapi disaat kami tidak duduk bersama, aku sering memperhatikannya. Sesampainya di pantai parangtritis, kamipun memulai kegiatan evalusi akhir HMJ Akt. Disaat kak Argi duduk ditempat yang mudah kulihat, dia selalu berpidah tempat di belakangku. Aku seperti tidak bisa berkutik, dan melakukan segala sesuatunya dengan bebas.  Namun, ada kalanya aku merasa nyaman ketika dia berada dibelakangku, karena aku tidak harus melihat wajahnya. Terkadang ketika melihatnya, ada perasaan yang tak ku mengerti. Apakah senang, sedih, atau gelisah, seperti bercampur menjadi satu.
            Dua minggu setelah itu, aku merencanakan surprise ulang tahun untuk temanku Pitaloka. Aku minta tolong kepada kak Argi untuk mengantarkanku ke toko kue tart. Di setiap perjalanan kamipun saling diam dan tak banyak bicara. Rintik hujanpun mulai menemani perjalanan kami. Ketika sampai di toko tersebut, kamipun memilih kue yang mau dibeli. Saat disana, kamipun banyak bercanda bersama. Saat kami selesai membeli kue tart, hujanpun mulai turun dengan deras, akhirnya kami menunggu hujan sampai reda. Disana, kak Argi berbicara banyak hal kepadaku dan aku hanya mendengarkan saja. Aku lebih suka mendengarkannya bercerita, dibandingkan aku yang bercerita padanya. Hujanpun mulai sedikit reda, walaupun rintik hujan masih menemani perjalanan kami, tapi aku merasa tidak terganggu oleh itu dan bahkan aku merasa senang. Ditengah perjalanan kami kembali ke kampus, hujan semakin deras. Kami berhenti sebentar, kak Argi memberikan jaketnya kepadaku dan memakaikannya padaku, sedangkan dia sendiri memakai mantel hujan. Kamipun melanjutkan perjalanan kembali ke kampus dengan bercerita di sepanjang jalan.
            Sebulan setelah kejadian itu, banyak yang aku pikirkan. “Mungkin aku benar-benar sudah jatuh cinta kepadanya. Mungkin inilah saatnya aku harus jujur pada diriku sendiri” batinku. Kabut yang sudah menutup hatiku mulai menghilang dan aku mulai mengerti sekarang. Akupun bisa melihat hal yang penting bagiku, sesuatu yang tidak ingin aku kehilangannya untuk pertama kalinya.
            Lebih cepat dari hari di kalender, bulan Februari menampakkan dirinya. Bulan yang melambangkan penuh dengan kasih sayang dan cinta. Di bulan itu juga, aku mulai mencoba meyakinkan perasaanku ini dan tak ingin menutupi rasa sayang ini.
            Di hari valentine atau hari penuh kasih sayang, kak Argi mengajakku untuk pergi. Dia tahu bahwa aku sangat suka melihat bintang, dia mengajakku ketempat dimana aku bisa melihat bintang dengan cukup jelas. Disana kami bercanda bersama dan melihat bintang bersama-sama. Tiba-tiba, dia mengagetkanku dari lamunanku. “Adek! Ada yang ingin aku katakan kepadamu” kata kak Argi. “Apa kak? Katakan saja.” jawabku sambil tersenyum. “Aku suka kamu.” katanya padaku. Aku terkejut dengan perkataannya itu. Mulutku seperti terkunci dan tak bisa berkata-kata. “Kita memang baru saling mengenal, tapi aku merasa kita sudah saling mengenal sangat lama. Walaupun aku adalah orang yang humoris, tetapi untuk masalah perasaan, aku selalu serius.” Katanya kembali. Sesaat rasanya jatungku seperti berhenti sedetik dan akupun mulai merasa sesak. Mataku mulai berkaca-kaca dan menahan perasaan ini. Hanya senyum yang dapat ku lontarkan kepadanya. Walalupun aku mempunyai perasaan yang sama, tapi serasa mulutku tak dapat berucap. Malam itupun berakhir begitu saja. Air mata mulai berlinang membasahi pipiku, ketika dia sudah pergi di depanku. Aku mulai menyesali diri yang tak dapat berucap sepatah katapun kepadanya.
            Dua tahun berlalu setelah itu. Kamipun jarang bertemu satu sama lain karena kesibukan masing-masing. Wisuda kelulusan kak Argi sudah mulai didepan mata. Akupun memberanikan diriku untuk menyatakan perasaanku. Ini adalah kesempatan terkhirku untuk melakukannya. Selesai kak Argi diwisuda, aku mengajaknya untuk bertemu. Kami duduk ditaman kampus. Akupun memulai pembicaraan dengan bercanda dengannya. “Wah, sekarang sudah lulus. Jangan-jangan langsung menikah ya kak? Haha.” candaku. “Ah, mana mungkinlah. Ah, kamu ini.. haha ” balasnya. “Mungkin saja, kakak seperti itu, we..” candaku balik. “Gak lah, haha” jawabnya. “Kak, aku mau bilang sesuatu ke kakak.” Kataku dengan gugup. “Apa dek?” sahutnya. “Dua tahun yang lalu, ketika kakak menyatakan perasaan kakak kepadaku, sebenarnya aku..” “Sebenarnya kenapa dek?” sela kak Argi. “Sebenarnya aku gak suka sama kakak” jawabku. “Iya dek, gak pa pa kok. Aku mengerti.” Jawabnya. Dalam hatiku mengatakan dengan kesal, “Kakak ini sok bijaksana banget sih. Huh, aku belum selesai bicara tahu, kakak.”
Akupun melanjutkan bicaraku kepadanya dengan segera, “Tapi, aku sayang sama kakak.” “Maksudnya?” jawabnya. “Karena aku..” belum sempat aku berbicara, kak Argi memotong pembicaraanku. “Kenapa dek?” katanya. “karena, aku benar-benar suka suka suka suka suka sama kakak.” Kataku dengan malu. “Benarkah?” jawabnya padaku. “Iya kak.” jawabku pelan. “Karena aku sangat menyukai kakak, satu kata suka tidak cukup mewaliki perasaanku kepada kakak.” jelasku padanya. Mata kami berdua sempat berkaca-kaca. Akupun melanjutkan dan menjelaskan semuanya kepada kak Argi dari awal sampai semua yang ingin kukatakan padanya. Baik tentang diriku, tentang kita dan tentang kenangan itu, aku mengutarakan semuanya. Kamipun berpelukan untuk perpisahan kami juga. Walaupun aku mengungkapkan perasaanku dan kak Argi juga melakukan hal yang sama, tapi kami tidak pernah berpacaran.
            Tiba saatnya kak Argi harus pergi meninggalkanku untuk melanjutkan studi ke Jepang, sedangkan aku disini melanjutkan studiku seperti biasa. Walaupun kita tidak berpacaran, tapi kami tidak pernah merasa menyesal terhadap apapun yang kami lakukan.
            Tibalah, saat kelulusanku. Hari terakhir aku menginjakkan kakiku di kampus. Akupun berjalan dengan payung hijauku dengan mendengarkan radio dari headsetku. Hujanpun mulai deras terasa, akupun bergegas masuk ke dalam bus. Kenangan yang masih tertinggal disana, membuatku selalu menginggatnya. Akupun turun di tempat dimana awal aku bertemu dengannya. Bayanganku memudar ketika seseorang memanggilku. “Sonya!” sahut orang yang tak asing mendengar suaranya. Dia menghampiriku dan memegang tanganku yang ada dipayung. “Jika aku datang untuk selalu bersamamu, katakan padaku perasaanmu saat itu.” kata kak Argi padaku. Kamipun saling bertukar pandang. “Hi, kak Argi Regfayana.” jawabku kesal tapi penuh senyuman. “Dek Sonya, perjalanan ini masih panjang. Aku hanya datang untuk melihat kamu disini sebentar.” kata kak Argi. “Aku tahu bahwa kamu akan datang kepadaku.” balasku. “Uh oh, kamu berlebihan lagi.” jawabnya. “Apakah kamu berfikir untuk selalu dekat denganku?” ucapnya kembali. “Kita mungkin memiliki banyak kenangan. Tapi, katakan padaku sejujurnya, apa yang hatimu rasakan sekarang. Lalu, buatlah kenangan baru itu bersama.” kata kak Argi padaku. Sesaat akupun terdiam dan tersenyum kepadanya. “I love you” ucapku dengan tersenyum padanya. “Hatiku saat ini, sama seperti saat awal kita bertemu. Ini seperti sebuah keajaiban.” jawabnya dengan tersenyum. Kamipun memulai langkah baru dan membuat kenangan baru bersama.


                                                         

J selesai J 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Itulah tulisan cerpen yang udah aku buat,,
ya,, walopun gak bagus sih.. tapi aku bangga, aku bisa buat cerita gaje kayak gini.. hahhaha..
Terima kasih udah baca cerpenku dari awal sampai akhir..
aku ucapkan,, Arigatou Gozaimasu.. hountou ni arigatou gozaimasu.. 
Byeee.. sampai jumpa lain waktu ya.. \(^o^)/

CERPENKU (Part 3)

Posted by : Unknown on :Sabtu, 16 Mei 2015 With 0komentar
Tag :

CERPENKU (Part 2)

| Jumat, 15 Mei 2015
Baca selengkapnya »
haiii,, haii.. 
ogenki desu ka??
balik lagi nih dengan cerita di postingan sebelumnya,, aku mau ngelanjutin cerpen yang udah aku buat ini..
walopun ceritanya GAJE pake BANGET., tapi yang jelas, masih bisa dibaca kok.. hahaha xD

Langsung aja ya,, yuuukk intip cerita selanjutnya...
\(^o^)/

     ------------------------------------------------------------------------------------------------
Dua minggu setelah kegiatan tersebut, kami berdua pergi makan bersama. Disana kami berbincang-bincang tentang banyak hal. “Sonya, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” kata Argi pelan. “dari tadi kita udah bicara kan? Ada apa sih, sepertinya serius banget.” Sahutku dengan penasaran. Dia menjawab, “Enggak kok, aku mau tanya aja.” “Tanya aja kak.” jawabku. “Kamu punya kakak gak?” tanya Argi padaku. “Punya kak. Kenapa?” kataku yang semakin penasaran. “Cewek apa cowok?” sahutnya lagi. “Cewek. Emang kenapa sih?” tanyaku ulang. “Boleh gak, aku jadi kakak kamu?” katanya pelan. “Boleh, kenapa enggak.” Jawabku dengan tersenyum. “Wah, berarti kalo kamu punya cowok, aku yang seleksi ya.. hehe.” candanya padaku. “Berarti kakak juga ya, kalo punya cewek, aku yang seleksi.. haha.”  “Tapi aku lagi gak pengen pacaran dek.” katanya padaku. “Aku juga sama kok kak. Lagi gak pengen pacaran. Haha.” sahutku. Kamipun melanjutkan perbincangan dan aku pulang kembali ke asramaku. Saat aku memikirkannya kembali, ada kalanya aku merasa senang, namun aku juga merasa sedih. Entahlah, aku merasa ada sesuatu yang aneh padaku. Perasaan yang mungkin tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Apa aku suka padanya, sehingga aku merasa tidak ingin menjadikannya sebagai kakakku? Mengapa aku merasa senang? Apakah aku senang karena aku bisa dekat dengannya? Semua pertanyaan itu mulai berputar di dalam otakku. “Aargh..” gumamku dengan keras.
“Ada apa son?” tanya Lutfi dengan logat ngapaknya. “Aku gak kenapa-napa kok.” Jawabku dengan senyum padanya. Malam itu, aku memikirkannya sampai pada akhirnya akupun tertidur pulas.
            Setelah itu, aku dan kak Argi menjadi kakak beradik. Kamipun sibuk dengan urusan masing-masing, namun kadang kami bertemu secara tidak sengaja. Banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak terduga tentang kami. Ketika pertama kali tanpa sengaja bertemu di gazebo kampus, aku sedikit terkejut, tapi aku merasa senang dan akupun membelikannya makanan ringan untuknya. Ketika aku keluar dari kelas, kamipun berpapasan karena dia akan memasuki kelas yang aku pakai sebelumnya. Kami sempat juga berpapasan ditangga ketika aku mau naik ke lantai atas dan dia turun ke lantai bawah, dia menghalangi jalanku dan kami berbincang sebentar ditangga tersebut. Saat hujan turun, aku menunggu hujan reda dikoridor gedung dan dia berlarian dengan rambutnya yang basah, melewatiku begitu saja dengan terburu-buru, karena aku tahu dia pasti terlambat kuliah. Pernah juga, ketika aku duduk bersama dengan teman-temanku, dia melihatku dan menyapaku, akupun menyapanya kembali. Tapi, ekspresinya berubah begitu saja tanpa aku mengerti apa alasannya. Apakah ada yang salah dengan penampilaku? ataukah hanya perasaanku saja? Entahlah, aku tidak begitu mengerti dan tidak mau mengganggapnya serius.
            Ada suatu kejadian dimana hal itu membuatku sangat penasaran. Ketika itu, acara festival keolahragaan khusus mahasiswa akuntansi diadakan. Aku dan teman-teman satu kelas, mendukung anggota kelas kami yang lain untuk mengikuti perlombaan. Saat aku duduk bersama teman-temanku, kak Argi dan kak Ayu –kakak tingkat yang juga fungsionaris di HMJ Akt- berbincang-bincang. Memang jarak kami cukup berjauhan, tetapi entah mengapa, aku merasa diperhatikan oleh mereka berdua. “Aahh,, mungkin cuma perasaanku saja.” gumamku pelan dan akupun melanjutkan menyemangati teman-temanku yang sedang berlomba.
            Tidak hanya itu saja, kejadian lainnya terjadi ketika diadakan rapat bersama. Ketika aku duduk bersama dengan Puspita Intani dan kamipun mendengarkan arahan dari wakil ketua hima, kak Arsa. Kak Argi dengan celetukannya bercanda gurau dan membuat kami semua tertawa. Anehnya, tiba-tiba dia meninggalkan tempat dan menuju ke samping ruangan. Dan kak Ayupun menghampirinya. Tidak lama mereka berbincang, lalu kembali lagi ke tempatnya semula. Aku sempat penasaran dengan hal itu, tapi aku tidak punya kuasa untuk menanyakan sesuatu yang tidak berhubungan denganku. Walaupun kami sudah menjadi kakak beradik, tapi kami tidak pernah saling untuk terbuka satu sama lainnya. Sempat sebelum dia pergi, dia melihat kearahku dan ekspresinya menjadi berbeda dari sebelumnya.
            Walaupun kami tidak terlalu terbuka satu sama lainnya, tetapi kami memiliki persamaan yang membuat kami tetap dekat, yaitu kami sama-sama menyukai musik yang berasal dari jepang. Terutama film-film kartun jepang atau biasa disebut dengan anime. Karena menurut kami, lagu-lagu dari jepang itu keren, memiliki makna yang menarik dan kadang juga mendiskripsikan diri kami. Apalagi anime jepang, memiliki perpaduan musik, seni dan sajian yang menarik dan kadang bisa membuat inspirasiku muncul setelah menontonnya. Sering kali dari situlah perbincangan selalu dimulai. Sempat juga, ketika tidak ada perbincangan, kami hanya saling diam. Kadang juga, aku merasa ketika dekat dengannya aku merasa canggung dan bingung harus berbuat apa. Dan pada akhirnya, kamipun langsung meninggalkan satu sama lain, tanpa ada alasan yang jelas.

            Bulan November pun tiba. Banyak kegiatan yang dilaksanakan saat itu, seperti kegiatan perlombaan band-band fakultas dan kegiatan ‘Public Speaking’. Disetiap kegiatan, pasti ada saja dimana muncul kenangan antara aku dan kak Argi. Saat kegiatan perlombaan band tersebut, aku dan Puspita bersama dengan teman-teman yang lainnya berada dibawah panggung. Disana juga ada kak Ayu dan kak Argi serta kakak-kakak yang lainnya. Kami bersorak sorai dibawah panggung untuk meramaikan suasana. Saat pertengahan acara, hujan turun dengan deras. Kamipun mencari tempat untuk meneduh dan kamipun saling berpencar. Malampun mulai larut, aku harus segera pulang. Ketika aku akan pulang, tiba-tiba kak Argi muncul didepanku. Entahlah darimana datangnya, tapi aku sangat terkejut saat itu. Dia berbicara padaku sebentar, lalu mengantarkanku kembali ke asrama dengan ditemani oleh guyuran hujan. Dua minggu setelah kegiatan tersebut, diadakanlah kegiatan ‘Public Speaking’. Aku dan yang lainnya mendengarkan teman-teman yang maju ke depan. Saat aku duduk disamping Pras -teman sekelasku-, dia mengajakku mengobrol dan bercanda denganku. Tepat diseberang kami berdua, kak Argi dan kak Rian duduk berdekatan. Kamipun asyik mengobrol, walaupun begitu, aku juga sering melihat sekitar dan peserta yang maju ‘Public Speaking’. Saat tatapanku tertuju kearah seberang tempatku duduk, aku melihat kak Argi melihatku dengan tatapan yang sangat menakutkan, seperti ingin menerkamku saja. Pikiranku mulai merasa gelisah, saat ditengah Pras cerita, aku langsung bilang padanya, “Hey, Puspita Intani maju lho, aku mau men-suport dia.” Dan akupun buru-buru untuk meninggalkan Pras. Sebenarnya bukan karena Puspita aku melakukan itu, hanya perasaan takutku terhadap tatapan kak Argi yang mengerikan itu. Aku berpindah tempat di paling depan para kontestan melakukan aksinya. Tak lama setelah aku pindah tempat dan men-suport Puspita, kak Argi juga berpindah tempat. Akupun merasa lega. Tapi perasaan legapun dengan segera menghilang, karena tanpa aku sadari ternyata dia duduk dibelakangku. Hal itu membuatku sedikit tertekan, entahlah karena apa. Mungkin karena tatapan yang mengerikan itu, atau sesuatu yang membuatku tidak nyaman berada disana.
Semua orang bisa mengatakan, mungkin ini cinta. Ada rasa cemburu atau sebagainya, tapi sejak dulu aku tidak percaya adanya cinta. Sekalipun aku tidak pernah merasakan apa itu yang namanya cinta. Ketika melihat orang yang jatuh cinta, aku merasa aneh dan aku juga tidak mengerti apa itu cinta sesungguhnya.
            Saat acara selesai, aku dan teman-temanku berjalan bersama-sama. Aku sempat bertanya kepada Gino dan Reza apa itu berbedaan antara ‘cinta, suka, sayang dan fans’. Reza menjawab, “Cinta itu perasaan suka kepada seseorang, Sayang adalah perasaan suka yang lebih dari pada cinta, Suka adalah perasaan kesenangan kita terhadap sesuatu, dan Fans adalah perasaan suka kita yang lebih besar, tetapi tidak lebih besar dari pada rasa cinta atau sayang.” “Jadi, jika diurutkan dari pertama yaitu suka-fans-cinta-sayang. Itu menurutku” kata Reza menambahkan. “Ooh, begitu ya.” jawabku dengan cukup puas. Kamipun melanjutkan perjalanan dan kembali pulang.
            Aku jarang sekali berbicara secara langsung kepada kak Argi, karena aku juga termasuk orang pendiam di antara teman-temanku. Tapi, entah kenapa, semakin lama aku mengenalnya, aku semakin pernasaran dengannya. Apakah ini juga termasuk cinta? Pikirku dengan keras. Aku tidak percaya cinta. Apalagi jika dipikirkan kembali, pertemuan pertama kami tidak seromantis di film-film cinta. Hal itu meyakinkanku, bahwa itu bukan cinta. 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apakah kalian juga setuju, kalo Sonia itu tidak jatuh cinta?? 
Apakah kalian benar-benar yakin, kalau Argi pun tak punya perasaan kepada Sonia??

Penasaran kan.... hayooo ngaku?? hahaha
Kisah selanjutnya disambung di postingan selanjutnya ya.. 
Bye... ^o^

CERPENKU (Part 2)

Posted by : Unknown on :Jumat, 15 Mei 2015 With 0komentar
Tag :

CERPENKU (Part 1)

|
Baca selengkapnya »
halooo,, gaesss...
Kali ini aku akan memperlihatkan hasil karyaku membuat cerpen,, 
awalnya, aku buat cerpen ini, cuma iseng-iseng aja sih,, hehe..
apalagi aku buatnya itu, pas aku kuliah semester 3,, hehe.. udah lama banget kan.. sekarang aku semester 6 lho.. hehe.. tapi baru sempet dan berani aku publikasiin..
karena ini aku baru belajar buat cerpen, jadi rada berantakan dikit gapapa ya.. hehehe :P
Oh iya, cerpen ini uga terlalu banyak khayalan atau imajinasinya,, jadi jangan heran ya.. #biasa masih labil,, hehe xD

Penasaran kan,, sama ceritanya.. ini dia... 
Selamat Membaca.. ^o^

-My Journey-
Perkenalkan, namaku Amalia Sonya Azalia. Teman-temanku memanggilku ‘Lia’ atau kadang juga dipanggil ‘Sonya’. Aku adalah seorang mahasiswa baru yang mengambil jurusan dibidang ekonomi yaitu akuntansi. Aku sangat tertarik dengan penghitungan-penghitungan yang notaben-nya tidak memerlukan penalaran dalam berfikir.
              Hari ini adalah hari pertama-ku mengikuti penerimaan mahasiswa baru di Universitas Pajajaran Indonesia. Saat aku sedang menuju ke kampus dengan payung hijauku, tiba-tiba hujan deras mengguyur dengan cepatnya. Aku bergegas untuk segera masuk kedalam bus kampus. Untuk mengisi kepenatanku, aku medengarkan radio melalui headset dan mendengarkan lagu yang sudah aku pesan. Tiba-tiba orang yang ada diseberang kursiku melihatku dan tersenyum padaku. Aku yang melihatnya dari pantulan kaca jendela bus merasa aneh, dan melihat apakah ada yang salah dengan muka dan penampilaku? Aku rasa tidak ada yang aneh dengan diriku dan membiarkannya berlalu begitu saja.
            Saat aku turun dari bus, dengan payung hijauku. Tiba-tiba lelaki itu memanggilku, “Tunggu sebentar.” sahut lelaki itu, yang dengan segera menghampiriku dan memegang tanganku yang ada dipayung.
“Apakah kamu mengikutiku?” tanyaku. “Oh, tidak.. Uhm, aku sudah punya cowok yang aku suka” kata Sonya dengan pelan dan mencoba melepaskan pegangan tangannya.
Laki-laki itu tersenyum dan berkata, “Uh oh.. This isn’t right. This is mine. This is my umbrella. Kamu mengambil payung yang salah, untuk itulah aku mengambilnya. Pergilah!” dengan cepat merebut payung itu dariku dan berjalan mengabaikanku.
“oh, tidak, oh oh..” desahku dengan mengikutinya dan mencoba berteduh sepayung dengan-nya. “Lalu, dimana payungku?” tanyaku padanya. “Aku melihatnya didalam bus.” jawabnya dengan cepat. “Lalu, kenapa kamu tidak membawakan payungku?” tanyaku dengan kesal. “Mengapa aku harus turun dari bus dengan memakai payung orang lain?” jawab cowok tersebut dengan menghentikan langkah kakinya. “Jika aku membawa payungmu, kamu harus membawakan payungku!” nasehatku padanya. “Setiap orang harus menginggat payungnya masing-masing, bukan?” katanya dengan angkuh. Dengan kesal aku berkata,“Hey, itu karena kamu melihatku didalam bus tadi, jadi aku tanpa sadar mengambil payungmu. Kamu tetap melihatku, benarkan? Melihatku dan melihatku.. huh?”
“Siapa yang perduli aku melihatmu atau tidak?” jawabnya cepat. “Benar, kamu melihatku. Kamu tetap melihatku dan tersenyum kearahku, benarkan? Kamu melakukannya kan?” tanyaku kesal. “Iya, benar aku melakukannya.” jawabnya. “Oh, kamu melakukannya!” nadaku marah. “Aku melakukannya, karena kamu sangat lucu. Ketika kamu mendengarkan radio, aku melihatmu dan kamu sangat lucu dengan bernyanyi cukup keras.” sahutnya dengan santai. “Oh, jadi begitu, mengapa kamu melihatku.” kataku pelan.
“Kamu pikir, hanya aku yang melihatmu? Semua orang yang ada di bus melihatmu. Tapi, aku tahu bahwa kamu hanya melihat mataku.” katanya dengan angkuh dan mulai melanjutkan langkah kakinya. Aku yang mengikutinya hanya mendengarkannya berbicara. “Aku mendukung hal tersebut. Masalahnya kamu tidak melihat orang lain yang ada di bus, dan itu nampak hanya pandangan bagus dari seorang cowok yang ada dimatamu. Bertingkah berlebihan terhadap imajinasimu dan membawa payung orang lain.” katanya. “What?? Dan sekarang, apakah kamu mengikutiku? Oh my god.” sahutnya kembali. “Apakah kamu akan pergi dengan mengikutiku seperti ini?” tanyanya lagi.
“Tidak..” sahutku segera. “Aku pergi sekarang.” kataku pelan. “Aku minta maaf atas kesalahpahaman ini. Tapi aku cukup kecewa karena kamu tidak mengambilkan payungku. Sampai jumpa.” kataku dengan sopan.
Dengan payungnya, cowok tersebut menghalangi jalanku dan bertanya, “Apakah kamu mau ke gedung itu?” “Jangan mencoba untuk tahu lebih banyak lagi, hmm?” sahutku dan pergi meninggalkannya. “Uh oh..” gumamnya.
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akupun mulai memasuki gedung dimana upacara penerimaan mahasiswa baru itu  berlangsung. Aku duduk di urutan ke-2 dari depan. Hari itu, upacara berlangsung dengan teleconverence, jadi semua mahasiswa baru hanya melihat dari layar yang sudah disediakan. Setelah acara pembukaan upacara penerimaan mahasiswa baru, panitia PPA (Program Pengenalan Akademik)  mulai memperkenalkan diri satu per satu.
Terkejutnya diriku, ketika tiba pada akhir perkenalan, ternyata cowok yang bertengkar denganku sebelumnya adalah salah satu kakak tingkatku dan sekarang menjadi pendampingku selama mengikuti kegiatan PPA ini. Cowok tersebut bernama Argi Redfayana. Nama yang cukup unik untuk sebagian orang yang baru mengetahuinya. Dia berasal dari Bandung dan ternyata lebih tua 2 tahun dariku. Betapa malunya diriku ketika mengetahui hal tersebut, akupun sempat mengehela nafasku dan memejamkan mataku karenanya.
Tiba-tiba terdengar suara yang pernah ku dengar sebelumnya. “Hey, kamu. Mengapa kamu menutup matamu?” kata Argi kepadaku. “Tidak. Aku hanya menutup mataku sebentar karena debu.” jawabku segera. “Oke, karena kamu melakukannya dengan menutup matamu cukup lama, maka majulah kedepan dan perkenalkan dirimu.” katanya kembali.

Dengan berat hati aku melangkah maju ke depan banyak orang. Sebenarnya, aku sangat malu untuk melakukan hal tersebut, tapi aku harus melakukannya. “Perkenalkan, namaku Amalia Sonya Azalia, teman-teman bisa memanggilku Sonya. Aku berasal dari Semarang. Salam kenal semuanya.” kataku dengan grogi. Tidak hanya disitu saja, aku diperbolehkan duduk kembali asalkan aku harus melakukan semacam gerakan senam bersama kakak-kakak panitia PPA, yang diberi julukan tarian ‘Chicken Dance’. Setelah itu, mereka memberiku sebuah gantungan kunci sebagai partisipasi melakukan hal tersebut dan menyuruhku duduk kembali. 
Hari ini begitu panjang berlalu bagiku. Akupun kembali menuju asrama yang aku tinggali bersama dengan teman sekamarku dan juga teman sekelasku yang berasal dari Tegal, Lutfiyani namanya. Walaupun aku cukup kesal dengan kejadian itu, tapi aku juga merasa senang. Entahlah, rasanya seperti campur aduk. Akupun membuat diriku merasa nyaman berada dikamar, dengan membuka selembar kertas berisi informasi tentang UKM (unit kegiatan mahasiswa) dan mulai memberi lingkaran pada kegiatan yang membuatku tertarik, yaitu HIMA dan KIME. Sebenarnya, aku tidak mengerti apapun tentang dua kegiatan ini, tetapi rangkaian huruf itu membuatku semakin penasaran apa yang ada didalam kegiatan tersebut.
Haripun berlalu dengan cepatnya, sudah seminggu aku berada di universitas ini. Banyak UKM yang menawarkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan mereka. Salah satunya adalah HIMA (Himpunan Mahasiswa). Kegiatan yang sudah aku incar saat ini. Aku, Ajeng dan Lutfi pun berdiri disebuah banner, dimana berisi bagaimana cara mendaftar menjadi MPE 48, HIMA Jurusan Pendidikan Ekonomi.
 “Ayo adek, daftar saja magang HIMA Jurusan Akuntansi. Cara daftarnya seperti ini. Jika masih belum paham, tanya saja.” celetuk cowok yang tak asing bagiku. Akupun tersadar bahwa dia adalah kakak tingkatku yang bernama Argi. Beruntungnya diriku, bahwa dia tidak mengingat wajahku, jadi aku bisa bertanya-tanya tentang organisasi itu kepadanya. Tanpa ragu lagi, aku dan temanku pun mendaftar menjadi anggota magang HIMA PE. Kami harus mengikuti litsus untuk bisa bergabung dalam organisasi HIMA PE ini. Seminggu berlalu, pengumuman diterima atau tidaknya di organisasi tersebut, sudah terpajang di mading kampus. Aku sangat senang, ketika melihat namaku tertulis dikertas tersebut. Sayangnya, teman sekamarku Lutfi, gagal untuk masuk dalam organisasi tersebut.
            Tidak lama setelah pengumuman, diadakan pertemuan antara mahasiswa yang mengikuti magang dan fungsionaris HIMA PE. Kami saling memperkenalkan diri satu sama lainnya. Argi juga memperkenalkan dirinya kembali. Entah kenapa, aku mulai tertarik kepadanya. Mungkin karena namanya yang terlalu unik, sehingga aku merasa penasaran dengannya atau ada faktor X yang lainnya. Aku tidak begitu yakin dengan hal tersebut. Tanpa sadar, ternyata aku sudah memperhatikannya sejak awal pertemuan itu. Tiba-tiba dia beralih tempat dan duduk dibelakangku. Aku pun bertanya padanya, “Apa yang kakak lakukan disini?” “Diamlah!” serunya padaku. Dan ternyata, dia menjahili mahasiswa magang dengan membolak balikkan sepatu mereka dan menyembunyikan sepatu mereka. “Jahil sekali orang ini, haha..” gumamku. Setelah selesai acara tersebut, banyak mahasiswa magang yang menggerutu dan aku hanya tersenyum karenanya.
            Pertama kalinya aku mengikuti kegiatan magang-ku di HIMA PE dengan menjabat sebagai asisten sekretaris. Kak  yang biasa dipanggil kak Tika, memberi pengarahan kepadaku dan dua temanku, Kinal dan Melody, bagaimana caranya menjadi sekretaris di HMJ Akt ini. Setiap mahasiswa magang, diberi sebuah proja untuk membantu kak Tika dalam pembuatan laporan, akupun ditugaskan dalam kegiatan Coreship dan PKMMTJ. Saat acara berlangsung, semuanya berjalan dengan lancar. Anehnya, disana aku mulai akrab dengan kak Argi. 


Ehhh,, gimana cerpenku???? seru gak?? 
Penasaran sama kelanjutannya..
Simak terus ya di postingan selanjutnya,,
Byyeeee..        \(^o^)/

CERPENKU (Part 1)

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :

JEJAK PESAWAT (Part 2)

|
Baca selengkapnya »
haii gaeesss,, 
balik lagi nih,, untuk episode jejak pesawat part 2 kali ini, aku mau cerita sedikit nih tentang jejak pesawat..


Sebenarnya ya, jejak pesawat itu adalah awan cirrus.. nah, yang pernah belajar geografi atau meteologi pasti tau nih.. hehe :P
awan cirrus ini, tidak terjadi bergitu saja gaess,, hal ini terjadi karena jejak awan (baca: kondensasi) itu yang ditimbulkan oleh knalpot pesawat dan ujung sayap pesawat. jejak pesawat tersebut terbentuk pada lapisan ketinggian tertentu (diatas 8.000 meter). 
Kalo kalian masih gak ngerti nih,, gampangnya asap putih pesawat itu adalah gas buang yang membeku, karena di atas sana sangat dingin. 

Nah, seperti yang aku jelaskan sebelumnya, bahwa jejak itu berasal dari knalpot pesawat, itu berarti bahwa adanya kondensasi uap buangan bahan bakar pesawat yang mengandung hydrogen dan carbon, yang nantinya akan dibuang oleh engine jet pesawat terbang gaeess..
dari buangan hidrogen yang bercampur dengan oksigen di suhu yang mencapai -50an derajat celsius (dinginnya super nih gaess,, haha), maka buangan tersebut langsung menjadi butiran air es dan akhirnya menciptakan jejak bagaikan awan cirrus.. paham kan??

Itulah sedikit ceritaku tentang jejak pesawat,, 
yang jelas, jejak pesawat itu sangat indah dipandang, apalagi kalo pas bener-bener liat pesawatnya lagi jalan dan ada jejaknya,, wahh sugoi ne.. \(^o^)/   aku sangat menyukainya,, 
dan kalau udah liat jejak pesawat nih ya, langsung keinget lagunya JKT48-Hikoukogumi (Jejak Pesawat) yang keren itu,, hahaha xD  #maap ya, aku fans JKT48 soalnya, haha

Sekian deh, cerita tentang jejak pesawat ini.. Semoga kalian gak pusing ya,, hehe
See U next Time .. ^o^

JEJAK PESAWAT (Part 2)

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :

JEJAK PESAWAT (Part 1)

|
Baca selengkapnya »
JEJAK PESAWAT... 

Itulah yang aku suka ketika aku melihat ke langit,, betapa indahnya ketika langit nan biru dihias oleh coretan dan goresan putih akibat pesawat terbang.. wah, kirei ne.. ^o^
mungkin itulah yang aku suka ketika memandangi langit,, 
Memandang langit adalah salah satu cara yang ampuh bagiku untuk menghilangkan kesedihan yang aku rasakan. kenapa bisa?? 
jawabannya,, aku juga gak tau kenapa bisa.. tapi, ketika memandang ke langit yang luas, ada perasaan yang menentramkan,, ini juga berlaku ketika melihat dan memandang hamparan sawah yang luas dan lapangan yang di penuhi oleh rerumputan,, semuanya begitu mendamaikan..
satu hal lagi yang pasti, ketika aku ingin menangis, dan aku mencoba memandang ke langit, air mata kesedihan tak akan mampu untuk mengalir dan membasahi pipi yang merona ini,, hehe :p #alay ya.. xD
ehhh,, aku kok jadi berubah topik ya.. 
Oke deh, lanjut kembali ke jejak pesawat.. :D
Seperti didalam lagunya JKT48-Hikoukigumo yang ada lirik yang mengatakan "Jejak pesawat yang dilangit, garis putih lurus memanjang, perasaan siapa yang masih ada, tanpa mampu menoleh kebelakang." itu menjelaskan bahwa seperti halnya jejak pesawat yang lurus, kehidupan kita juga harus berjalan terus,, dimana, apapun yang sudah kita lalui, kita tidak perlu lagi untuk menoleh ataupun kembali ke masa lalu. Aku menyadari hal ini, karena semua hal yang sudah kita lewati adalah keputusan kita sendiri, baik itu keburukan atau kebaikan yang sudah terjalani, itulah jalan yang sudah kita ambil.. Jadi, apapun yang terjadi sebelumnya, janganlah menyesali apapun, dan teruslah melanjutkan kehidupan ini seperti jejak pesawat yang terus maju tanpa mampu menoleh kembali ke belakang.

Untuk sesi kali ini, cukup sekian dulu ya,, 
masih ada lagi yang ingin aku bahas mengenai jejak pesawat,, tetap ikuti terus ya.. 
#hahaha kayak iklan aja ya,, hehe :P
oke deh,, lanjut postingan selanjutnya ya.. byeee  ^o^   

JEJAK PESAWAT (Part 1)

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :

Joko, My Inspiration

| Jumat, 08 Mei 2015
Baca selengkapnya »
Haii semua,, udah lama gak nulis di blog,, entah kenapa hari ini aku ingin menceritakan kisah seseorang (sebut saja : Joko), hahaha..
Joko ini adalah inspirasiku kenapa aku ingin menulis lagi di blog ku yang sudah lama berdebu dan tidak kusentuh ini.. Hehe.. Lebay ya xD
Kok bisa?? 
Alasannya karena dia adalah blogger,, yang selalu menceritakan pengalaman-pengalamannya ya, walaupun hanya sebatas muncak, jalan-jalan, tapi seru aja kalau baca blog nya joko ini.. #menurutku sih,, hehe
Ditelusuri lebih lanjut, ternyata blog tersebut pernah menang lho gaeess.. Wah keren ya.. 
Dia adalah teman yang baru aku kenal sekitar 2 bulan yang lalu, tapi kita langsung akrab gitu,,
Tanpa sadar aku selalu mengupdate blog nya dia (baca: joko) dan selalu tanya kalo belum nulis di blognya,, hahaha, aneh ya.. 
Nah, akhir-akhir ini nih, si Joko selalu bilang gini ke aku,, "kamu sih nulis di blogmu, ntar aku jadi pembaca setiamu deh,, hahaha" (sambil ada emot ketawanya gitu :D) 
Dan detik ini lah, akhirnya aku memituskan untuk mencoba kembali menulis di blog,, hehe.. 
Terima kasih kawanku, telah membuka pikiranku untuk kembali lagi ke dunia maya ini.. Hehe..
You're my inspiration.. Thank you ;)
 

Joko, My Inspiration

Posted by : Unknown on :Jumat, 08 Mei 2015 With 1 komentar:
Next Prev
▲Top▲