Latest Post

CERPENKU (Part 2)

| Jumat, 15 Mei 2015
Baca selengkapnya »
haiii,, haii.. 
ogenki desu ka??
balik lagi nih dengan cerita di postingan sebelumnya,, aku mau ngelanjutin cerpen yang udah aku buat ini..
walopun ceritanya GAJE pake BANGET., tapi yang jelas, masih bisa dibaca kok.. hahaha xD

Langsung aja ya,, yuuukk intip cerita selanjutnya...
\(^o^)/

     ------------------------------------------------------------------------------------------------
Dua minggu setelah kegiatan tersebut, kami berdua pergi makan bersama. Disana kami berbincang-bincang tentang banyak hal. “Sonya, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” kata Argi pelan. “dari tadi kita udah bicara kan? Ada apa sih, sepertinya serius banget.” Sahutku dengan penasaran. Dia menjawab, “Enggak kok, aku mau tanya aja.” “Tanya aja kak.” jawabku. “Kamu punya kakak gak?” tanya Argi padaku. “Punya kak. Kenapa?” kataku yang semakin penasaran. “Cewek apa cowok?” sahutnya lagi. “Cewek. Emang kenapa sih?” tanyaku ulang. “Boleh gak, aku jadi kakak kamu?” katanya pelan. “Boleh, kenapa enggak.” Jawabku dengan tersenyum. “Wah, berarti kalo kamu punya cowok, aku yang seleksi ya.. hehe.” candanya padaku. “Berarti kakak juga ya, kalo punya cewek, aku yang seleksi.. haha.”  “Tapi aku lagi gak pengen pacaran dek.” katanya padaku. “Aku juga sama kok kak. Lagi gak pengen pacaran. Haha.” sahutku. Kamipun melanjutkan perbincangan dan aku pulang kembali ke asramaku. Saat aku memikirkannya kembali, ada kalanya aku merasa senang, namun aku juga merasa sedih. Entahlah, aku merasa ada sesuatu yang aneh padaku. Perasaan yang mungkin tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Apa aku suka padanya, sehingga aku merasa tidak ingin menjadikannya sebagai kakakku? Mengapa aku merasa senang? Apakah aku senang karena aku bisa dekat dengannya? Semua pertanyaan itu mulai berputar di dalam otakku. “Aargh..” gumamku dengan keras.
“Ada apa son?” tanya Lutfi dengan logat ngapaknya. “Aku gak kenapa-napa kok.” Jawabku dengan senyum padanya. Malam itu, aku memikirkannya sampai pada akhirnya akupun tertidur pulas.
            Setelah itu, aku dan kak Argi menjadi kakak beradik. Kamipun sibuk dengan urusan masing-masing, namun kadang kami bertemu secara tidak sengaja. Banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak terduga tentang kami. Ketika pertama kali tanpa sengaja bertemu di gazebo kampus, aku sedikit terkejut, tapi aku merasa senang dan akupun membelikannya makanan ringan untuknya. Ketika aku keluar dari kelas, kamipun berpapasan karena dia akan memasuki kelas yang aku pakai sebelumnya. Kami sempat juga berpapasan ditangga ketika aku mau naik ke lantai atas dan dia turun ke lantai bawah, dia menghalangi jalanku dan kami berbincang sebentar ditangga tersebut. Saat hujan turun, aku menunggu hujan reda dikoridor gedung dan dia berlarian dengan rambutnya yang basah, melewatiku begitu saja dengan terburu-buru, karena aku tahu dia pasti terlambat kuliah. Pernah juga, ketika aku duduk bersama dengan teman-temanku, dia melihatku dan menyapaku, akupun menyapanya kembali. Tapi, ekspresinya berubah begitu saja tanpa aku mengerti apa alasannya. Apakah ada yang salah dengan penampilaku? ataukah hanya perasaanku saja? Entahlah, aku tidak begitu mengerti dan tidak mau mengganggapnya serius.
            Ada suatu kejadian dimana hal itu membuatku sangat penasaran. Ketika itu, acara festival keolahragaan khusus mahasiswa akuntansi diadakan. Aku dan teman-teman satu kelas, mendukung anggota kelas kami yang lain untuk mengikuti perlombaan. Saat aku duduk bersama teman-temanku, kak Argi dan kak Ayu –kakak tingkat yang juga fungsionaris di HMJ Akt- berbincang-bincang. Memang jarak kami cukup berjauhan, tetapi entah mengapa, aku merasa diperhatikan oleh mereka berdua. “Aahh,, mungkin cuma perasaanku saja.” gumamku pelan dan akupun melanjutkan menyemangati teman-temanku yang sedang berlomba.
            Tidak hanya itu saja, kejadian lainnya terjadi ketika diadakan rapat bersama. Ketika aku duduk bersama dengan Puspita Intani dan kamipun mendengarkan arahan dari wakil ketua hima, kak Arsa. Kak Argi dengan celetukannya bercanda gurau dan membuat kami semua tertawa. Anehnya, tiba-tiba dia meninggalkan tempat dan menuju ke samping ruangan. Dan kak Ayupun menghampirinya. Tidak lama mereka berbincang, lalu kembali lagi ke tempatnya semula. Aku sempat penasaran dengan hal itu, tapi aku tidak punya kuasa untuk menanyakan sesuatu yang tidak berhubungan denganku. Walaupun kami sudah menjadi kakak beradik, tapi kami tidak pernah saling untuk terbuka satu sama lainnya. Sempat sebelum dia pergi, dia melihat kearahku dan ekspresinya menjadi berbeda dari sebelumnya.
            Walaupun kami tidak terlalu terbuka satu sama lainnya, tetapi kami memiliki persamaan yang membuat kami tetap dekat, yaitu kami sama-sama menyukai musik yang berasal dari jepang. Terutama film-film kartun jepang atau biasa disebut dengan anime. Karena menurut kami, lagu-lagu dari jepang itu keren, memiliki makna yang menarik dan kadang juga mendiskripsikan diri kami. Apalagi anime jepang, memiliki perpaduan musik, seni dan sajian yang menarik dan kadang bisa membuat inspirasiku muncul setelah menontonnya. Sering kali dari situlah perbincangan selalu dimulai. Sempat juga, ketika tidak ada perbincangan, kami hanya saling diam. Kadang juga, aku merasa ketika dekat dengannya aku merasa canggung dan bingung harus berbuat apa. Dan pada akhirnya, kamipun langsung meninggalkan satu sama lain, tanpa ada alasan yang jelas.

            Bulan November pun tiba. Banyak kegiatan yang dilaksanakan saat itu, seperti kegiatan perlombaan band-band fakultas dan kegiatan ‘Public Speaking’. Disetiap kegiatan, pasti ada saja dimana muncul kenangan antara aku dan kak Argi. Saat kegiatan perlombaan band tersebut, aku dan Puspita bersama dengan teman-teman yang lainnya berada dibawah panggung. Disana juga ada kak Ayu dan kak Argi serta kakak-kakak yang lainnya. Kami bersorak sorai dibawah panggung untuk meramaikan suasana. Saat pertengahan acara, hujan turun dengan deras. Kamipun mencari tempat untuk meneduh dan kamipun saling berpencar. Malampun mulai larut, aku harus segera pulang. Ketika aku akan pulang, tiba-tiba kak Argi muncul didepanku. Entahlah darimana datangnya, tapi aku sangat terkejut saat itu. Dia berbicara padaku sebentar, lalu mengantarkanku kembali ke asrama dengan ditemani oleh guyuran hujan. Dua minggu setelah kegiatan tersebut, diadakanlah kegiatan ‘Public Speaking’. Aku dan yang lainnya mendengarkan teman-teman yang maju ke depan. Saat aku duduk disamping Pras -teman sekelasku-, dia mengajakku mengobrol dan bercanda denganku. Tepat diseberang kami berdua, kak Argi dan kak Rian duduk berdekatan. Kamipun asyik mengobrol, walaupun begitu, aku juga sering melihat sekitar dan peserta yang maju ‘Public Speaking’. Saat tatapanku tertuju kearah seberang tempatku duduk, aku melihat kak Argi melihatku dengan tatapan yang sangat menakutkan, seperti ingin menerkamku saja. Pikiranku mulai merasa gelisah, saat ditengah Pras cerita, aku langsung bilang padanya, “Hey, Puspita Intani maju lho, aku mau men-suport dia.” Dan akupun buru-buru untuk meninggalkan Pras. Sebenarnya bukan karena Puspita aku melakukan itu, hanya perasaan takutku terhadap tatapan kak Argi yang mengerikan itu. Aku berpindah tempat di paling depan para kontestan melakukan aksinya. Tak lama setelah aku pindah tempat dan men-suport Puspita, kak Argi juga berpindah tempat. Akupun merasa lega. Tapi perasaan legapun dengan segera menghilang, karena tanpa aku sadari ternyata dia duduk dibelakangku. Hal itu membuatku sedikit tertekan, entahlah karena apa. Mungkin karena tatapan yang mengerikan itu, atau sesuatu yang membuatku tidak nyaman berada disana.
Semua orang bisa mengatakan, mungkin ini cinta. Ada rasa cemburu atau sebagainya, tapi sejak dulu aku tidak percaya adanya cinta. Sekalipun aku tidak pernah merasakan apa itu yang namanya cinta. Ketika melihat orang yang jatuh cinta, aku merasa aneh dan aku juga tidak mengerti apa itu cinta sesungguhnya.
            Saat acara selesai, aku dan teman-temanku berjalan bersama-sama. Aku sempat bertanya kepada Gino dan Reza apa itu berbedaan antara ‘cinta, suka, sayang dan fans’. Reza menjawab, “Cinta itu perasaan suka kepada seseorang, Sayang adalah perasaan suka yang lebih dari pada cinta, Suka adalah perasaan kesenangan kita terhadap sesuatu, dan Fans adalah perasaan suka kita yang lebih besar, tetapi tidak lebih besar dari pada rasa cinta atau sayang.” “Jadi, jika diurutkan dari pertama yaitu suka-fans-cinta-sayang. Itu menurutku” kata Reza menambahkan. “Ooh, begitu ya.” jawabku dengan cukup puas. Kamipun melanjutkan perjalanan dan kembali pulang.
            Aku jarang sekali berbicara secara langsung kepada kak Argi, karena aku juga termasuk orang pendiam di antara teman-temanku. Tapi, entah kenapa, semakin lama aku mengenalnya, aku semakin pernasaran dengannya. Apakah ini juga termasuk cinta? Pikirku dengan keras. Aku tidak percaya cinta. Apalagi jika dipikirkan kembali, pertemuan pertama kami tidak seromantis di film-film cinta. Hal itu meyakinkanku, bahwa itu bukan cinta. 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apakah kalian juga setuju, kalo Sonia itu tidak jatuh cinta?? 
Apakah kalian benar-benar yakin, kalau Argi pun tak punya perasaan kepada Sonia??

Penasaran kan.... hayooo ngaku?? hahaha
Kisah selanjutnya disambung di postingan selanjutnya ya.. 
Bye... ^o^

CERPENKU (Part 2)

Posted by : Unknown on :Jumat, 15 Mei 2015 With 0komentar
Tag :

CERPENKU (Part 1)

|
Baca selengkapnya »
halooo,, gaesss...
Kali ini aku akan memperlihatkan hasil karyaku membuat cerpen,, 
awalnya, aku buat cerpen ini, cuma iseng-iseng aja sih,, hehe..
apalagi aku buatnya itu, pas aku kuliah semester 3,, hehe.. udah lama banget kan.. sekarang aku semester 6 lho.. hehe.. tapi baru sempet dan berani aku publikasiin..
karena ini aku baru belajar buat cerpen, jadi rada berantakan dikit gapapa ya.. hehehe :P
Oh iya, cerpen ini uga terlalu banyak khayalan atau imajinasinya,, jadi jangan heran ya.. #biasa masih labil,, hehe xD

Penasaran kan,, sama ceritanya.. ini dia... 
Selamat Membaca.. ^o^

-My Journey-
Perkenalkan, namaku Amalia Sonya Azalia. Teman-temanku memanggilku ‘Lia’ atau kadang juga dipanggil ‘Sonya’. Aku adalah seorang mahasiswa baru yang mengambil jurusan dibidang ekonomi yaitu akuntansi. Aku sangat tertarik dengan penghitungan-penghitungan yang notaben-nya tidak memerlukan penalaran dalam berfikir.
              Hari ini adalah hari pertama-ku mengikuti penerimaan mahasiswa baru di Universitas Pajajaran Indonesia. Saat aku sedang menuju ke kampus dengan payung hijauku, tiba-tiba hujan deras mengguyur dengan cepatnya. Aku bergegas untuk segera masuk kedalam bus kampus. Untuk mengisi kepenatanku, aku medengarkan radio melalui headset dan mendengarkan lagu yang sudah aku pesan. Tiba-tiba orang yang ada diseberang kursiku melihatku dan tersenyum padaku. Aku yang melihatnya dari pantulan kaca jendela bus merasa aneh, dan melihat apakah ada yang salah dengan muka dan penampilaku? Aku rasa tidak ada yang aneh dengan diriku dan membiarkannya berlalu begitu saja.
            Saat aku turun dari bus, dengan payung hijauku. Tiba-tiba lelaki itu memanggilku, “Tunggu sebentar.” sahut lelaki itu, yang dengan segera menghampiriku dan memegang tanganku yang ada dipayung.
“Apakah kamu mengikutiku?” tanyaku. “Oh, tidak.. Uhm, aku sudah punya cowok yang aku suka” kata Sonya dengan pelan dan mencoba melepaskan pegangan tangannya.
Laki-laki itu tersenyum dan berkata, “Uh oh.. This isn’t right. This is mine. This is my umbrella. Kamu mengambil payung yang salah, untuk itulah aku mengambilnya. Pergilah!” dengan cepat merebut payung itu dariku dan berjalan mengabaikanku.
“oh, tidak, oh oh..” desahku dengan mengikutinya dan mencoba berteduh sepayung dengan-nya. “Lalu, dimana payungku?” tanyaku padanya. “Aku melihatnya didalam bus.” jawabnya dengan cepat. “Lalu, kenapa kamu tidak membawakan payungku?” tanyaku dengan kesal. “Mengapa aku harus turun dari bus dengan memakai payung orang lain?” jawab cowok tersebut dengan menghentikan langkah kakinya. “Jika aku membawa payungmu, kamu harus membawakan payungku!” nasehatku padanya. “Setiap orang harus menginggat payungnya masing-masing, bukan?” katanya dengan angkuh. Dengan kesal aku berkata,“Hey, itu karena kamu melihatku didalam bus tadi, jadi aku tanpa sadar mengambil payungmu. Kamu tetap melihatku, benarkan? Melihatku dan melihatku.. huh?”
“Siapa yang perduli aku melihatmu atau tidak?” jawabnya cepat. “Benar, kamu melihatku. Kamu tetap melihatku dan tersenyum kearahku, benarkan? Kamu melakukannya kan?” tanyaku kesal. “Iya, benar aku melakukannya.” jawabnya. “Oh, kamu melakukannya!” nadaku marah. “Aku melakukannya, karena kamu sangat lucu. Ketika kamu mendengarkan radio, aku melihatmu dan kamu sangat lucu dengan bernyanyi cukup keras.” sahutnya dengan santai. “Oh, jadi begitu, mengapa kamu melihatku.” kataku pelan.
“Kamu pikir, hanya aku yang melihatmu? Semua orang yang ada di bus melihatmu. Tapi, aku tahu bahwa kamu hanya melihat mataku.” katanya dengan angkuh dan mulai melanjutkan langkah kakinya. Aku yang mengikutinya hanya mendengarkannya berbicara. “Aku mendukung hal tersebut. Masalahnya kamu tidak melihat orang lain yang ada di bus, dan itu nampak hanya pandangan bagus dari seorang cowok yang ada dimatamu. Bertingkah berlebihan terhadap imajinasimu dan membawa payung orang lain.” katanya. “What?? Dan sekarang, apakah kamu mengikutiku? Oh my god.” sahutnya kembali. “Apakah kamu akan pergi dengan mengikutiku seperti ini?” tanyanya lagi.
“Tidak..” sahutku segera. “Aku pergi sekarang.” kataku pelan. “Aku minta maaf atas kesalahpahaman ini. Tapi aku cukup kecewa karena kamu tidak mengambilkan payungku. Sampai jumpa.” kataku dengan sopan.
Dengan payungnya, cowok tersebut menghalangi jalanku dan bertanya, “Apakah kamu mau ke gedung itu?” “Jangan mencoba untuk tahu lebih banyak lagi, hmm?” sahutku dan pergi meninggalkannya. “Uh oh..” gumamnya.
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akupun mulai memasuki gedung dimana upacara penerimaan mahasiswa baru itu  berlangsung. Aku duduk di urutan ke-2 dari depan. Hari itu, upacara berlangsung dengan teleconverence, jadi semua mahasiswa baru hanya melihat dari layar yang sudah disediakan. Setelah acara pembukaan upacara penerimaan mahasiswa baru, panitia PPA (Program Pengenalan Akademik)  mulai memperkenalkan diri satu per satu.
Terkejutnya diriku, ketika tiba pada akhir perkenalan, ternyata cowok yang bertengkar denganku sebelumnya adalah salah satu kakak tingkatku dan sekarang menjadi pendampingku selama mengikuti kegiatan PPA ini. Cowok tersebut bernama Argi Redfayana. Nama yang cukup unik untuk sebagian orang yang baru mengetahuinya. Dia berasal dari Bandung dan ternyata lebih tua 2 tahun dariku. Betapa malunya diriku ketika mengetahui hal tersebut, akupun sempat mengehela nafasku dan memejamkan mataku karenanya.
Tiba-tiba terdengar suara yang pernah ku dengar sebelumnya. “Hey, kamu. Mengapa kamu menutup matamu?” kata Argi kepadaku. “Tidak. Aku hanya menutup mataku sebentar karena debu.” jawabku segera. “Oke, karena kamu melakukannya dengan menutup matamu cukup lama, maka majulah kedepan dan perkenalkan dirimu.” katanya kembali.

Dengan berat hati aku melangkah maju ke depan banyak orang. Sebenarnya, aku sangat malu untuk melakukan hal tersebut, tapi aku harus melakukannya. “Perkenalkan, namaku Amalia Sonya Azalia, teman-teman bisa memanggilku Sonya. Aku berasal dari Semarang. Salam kenal semuanya.” kataku dengan grogi. Tidak hanya disitu saja, aku diperbolehkan duduk kembali asalkan aku harus melakukan semacam gerakan senam bersama kakak-kakak panitia PPA, yang diberi julukan tarian ‘Chicken Dance’. Setelah itu, mereka memberiku sebuah gantungan kunci sebagai partisipasi melakukan hal tersebut dan menyuruhku duduk kembali. 
Hari ini begitu panjang berlalu bagiku. Akupun kembali menuju asrama yang aku tinggali bersama dengan teman sekamarku dan juga teman sekelasku yang berasal dari Tegal, Lutfiyani namanya. Walaupun aku cukup kesal dengan kejadian itu, tapi aku juga merasa senang. Entahlah, rasanya seperti campur aduk. Akupun membuat diriku merasa nyaman berada dikamar, dengan membuka selembar kertas berisi informasi tentang UKM (unit kegiatan mahasiswa) dan mulai memberi lingkaran pada kegiatan yang membuatku tertarik, yaitu HIMA dan KIME. Sebenarnya, aku tidak mengerti apapun tentang dua kegiatan ini, tetapi rangkaian huruf itu membuatku semakin penasaran apa yang ada didalam kegiatan tersebut.
Haripun berlalu dengan cepatnya, sudah seminggu aku berada di universitas ini. Banyak UKM yang menawarkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan mereka. Salah satunya adalah HIMA (Himpunan Mahasiswa). Kegiatan yang sudah aku incar saat ini. Aku, Ajeng dan Lutfi pun berdiri disebuah banner, dimana berisi bagaimana cara mendaftar menjadi MPE 48, HIMA Jurusan Pendidikan Ekonomi.
 “Ayo adek, daftar saja magang HIMA Jurusan Akuntansi. Cara daftarnya seperti ini. Jika masih belum paham, tanya saja.” celetuk cowok yang tak asing bagiku. Akupun tersadar bahwa dia adalah kakak tingkatku yang bernama Argi. Beruntungnya diriku, bahwa dia tidak mengingat wajahku, jadi aku bisa bertanya-tanya tentang organisasi itu kepadanya. Tanpa ragu lagi, aku dan temanku pun mendaftar menjadi anggota magang HIMA PE. Kami harus mengikuti litsus untuk bisa bergabung dalam organisasi HIMA PE ini. Seminggu berlalu, pengumuman diterima atau tidaknya di organisasi tersebut, sudah terpajang di mading kampus. Aku sangat senang, ketika melihat namaku tertulis dikertas tersebut. Sayangnya, teman sekamarku Lutfi, gagal untuk masuk dalam organisasi tersebut.
            Tidak lama setelah pengumuman, diadakan pertemuan antara mahasiswa yang mengikuti magang dan fungsionaris HIMA PE. Kami saling memperkenalkan diri satu sama lainnya. Argi juga memperkenalkan dirinya kembali. Entah kenapa, aku mulai tertarik kepadanya. Mungkin karena namanya yang terlalu unik, sehingga aku merasa penasaran dengannya atau ada faktor X yang lainnya. Aku tidak begitu yakin dengan hal tersebut. Tanpa sadar, ternyata aku sudah memperhatikannya sejak awal pertemuan itu. Tiba-tiba dia beralih tempat dan duduk dibelakangku. Aku pun bertanya padanya, “Apa yang kakak lakukan disini?” “Diamlah!” serunya padaku. Dan ternyata, dia menjahili mahasiswa magang dengan membolak balikkan sepatu mereka dan menyembunyikan sepatu mereka. “Jahil sekali orang ini, haha..” gumamku. Setelah selesai acara tersebut, banyak mahasiswa magang yang menggerutu dan aku hanya tersenyum karenanya.
            Pertama kalinya aku mengikuti kegiatan magang-ku di HIMA PE dengan menjabat sebagai asisten sekretaris. Kak  yang biasa dipanggil kak Tika, memberi pengarahan kepadaku dan dua temanku, Kinal dan Melody, bagaimana caranya menjadi sekretaris di HMJ Akt ini. Setiap mahasiswa magang, diberi sebuah proja untuk membantu kak Tika dalam pembuatan laporan, akupun ditugaskan dalam kegiatan Coreship dan PKMMTJ. Saat acara berlangsung, semuanya berjalan dengan lancar. Anehnya, disana aku mulai akrab dengan kak Argi. 


Ehhh,, gimana cerpenku???? seru gak?? 
Penasaran sama kelanjutannya..
Simak terus ya di postingan selanjutnya,,
Byyeeee..        \(^o^)/

CERPENKU (Part 1)

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :

JEJAK PESAWAT (Part 2)

|
Baca selengkapnya »
haii gaeesss,, 
balik lagi nih,, untuk episode jejak pesawat part 2 kali ini, aku mau cerita sedikit nih tentang jejak pesawat..


Sebenarnya ya, jejak pesawat itu adalah awan cirrus.. nah, yang pernah belajar geografi atau meteologi pasti tau nih.. hehe :P
awan cirrus ini, tidak terjadi bergitu saja gaess,, hal ini terjadi karena jejak awan (baca: kondensasi) itu yang ditimbulkan oleh knalpot pesawat dan ujung sayap pesawat. jejak pesawat tersebut terbentuk pada lapisan ketinggian tertentu (diatas 8.000 meter). 
Kalo kalian masih gak ngerti nih,, gampangnya asap putih pesawat itu adalah gas buang yang membeku, karena di atas sana sangat dingin. 

Nah, seperti yang aku jelaskan sebelumnya, bahwa jejak itu berasal dari knalpot pesawat, itu berarti bahwa adanya kondensasi uap buangan bahan bakar pesawat yang mengandung hydrogen dan carbon, yang nantinya akan dibuang oleh engine jet pesawat terbang gaeess..
dari buangan hidrogen yang bercampur dengan oksigen di suhu yang mencapai -50an derajat celsius (dinginnya super nih gaess,, haha), maka buangan tersebut langsung menjadi butiran air es dan akhirnya menciptakan jejak bagaikan awan cirrus.. paham kan??

Itulah sedikit ceritaku tentang jejak pesawat,, 
yang jelas, jejak pesawat itu sangat indah dipandang, apalagi kalo pas bener-bener liat pesawatnya lagi jalan dan ada jejaknya,, wahh sugoi ne.. \(^o^)/   aku sangat menyukainya,, 
dan kalau udah liat jejak pesawat nih ya, langsung keinget lagunya JKT48-Hikoukogumi (Jejak Pesawat) yang keren itu,, hahaha xD  #maap ya, aku fans JKT48 soalnya, haha

Sekian deh, cerita tentang jejak pesawat ini.. Semoga kalian gak pusing ya,, hehe
See U next Time .. ^o^

JEJAK PESAWAT (Part 2)

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :

JEJAK PESAWAT (Part 1)

|
Baca selengkapnya »
JEJAK PESAWAT... 

Itulah yang aku suka ketika aku melihat ke langit,, betapa indahnya ketika langit nan biru dihias oleh coretan dan goresan putih akibat pesawat terbang.. wah, kirei ne.. ^o^
mungkin itulah yang aku suka ketika memandangi langit,, 
Memandang langit adalah salah satu cara yang ampuh bagiku untuk menghilangkan kesedihan yang aku rasakan. kenapa bisa?? 
jawabannya,, aku juga gak tau kenapa bisa.. tapi, ketika memandang ke langit yang luas, ada perasaan yang menentramkan,, ini juga berlaku ketika melihat dan memandang hamparan sawah yang luas dan lapangan yang di penuhi oleh rerumputan,, semuanya begitu mendamaikan..
satu hal lagi yang pasti, ketika aku ingin menangis, dan aku mencoba memandang ke langit, air mata kesedihan tak akan mampu untuk mengalir dan membasahi pipi yang merona ini,, hehe :p #alay ya.. xD
ehhh,, aku kok jadi berubah topik ya.. 
Oke deh, lanjut kembali ke jejak pesawat.. :D
Seperti didalam lagunya JKT48-Hikoukigumo yang ada lirik yang mengatakan "Jejak pesawat yang dilangit, garis putih lurus memanjang, perasaan siapa yang masih ada, tanpa mampu menoleh kebelakang." itu menjelaskan bahwa seperti halnya jejak pesawat yang lurus, kehidupan kita juga harus berjalan terus,, dimana, apapun yang sudah kita lalui, kita tidak perlu lagi untuk menoleh ataupun kembali ke masa lalu. Aku menyadari hal ini, karena semua hal yang sudah kita lewati adalah keputusan kita sendiri, baik itu keburukan atau kebaikan yang sudah terjalani, itulah jalan yang sudah kita ambil.. Jadi, apapun yang terjadi sebelumnya, janganlah menyesali apapun, dan teruslah melanjutkan kehidupan ini seperti jejak pesawat yang terus maju tanpa mampu menoleh kembali ke belakang.

Untuk sesi kali ini, cukup sekian dulu ya,, 
masih ada lagi yang ingin aku bahas mengenai jejak pesawat,, tetap ikuti terus ya.. 
#hahaha kayak iklan aja ya,, hehe :P
oke deh,, lanjut postingan selanjutnya ya.. byeee  ^o^   

JEJAK PESAWAT (Part 1)

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Tag :

Joko, My Inspiration

| Jumat, 08 Mei 2015
Baca selengkapnya »
Haii semua,, udah lama gak nulis di blog,, entah kenapa hari ini aku ingin menceritakan kisah seseorang (sebut saja : Joko), hahaha..
Joko ini adalah inspirasiku kenapa aku ingin menulis lagi di blog ku yang sudah lama berdebu dan tidak kusentuh ini.. Hehe.. Lebay ya xD
Kok bisa?? 
Alasannya karena dia adalah blogger,, yang selalu menceritakan pengalaman-pengalamannya ya, walaupun hanya sebatas muncak, jalan-jalan, tapi seru aja kalau baca blog nya joko ini.. #menurutku sih,, hehe
Ditelusuri lebih lanjut, ternyata blog tersebut pernah menang lho gaeess.. Wah keren ya.. 
Dia adalah teman yang baru aku kenal sekitar 2 bulan yang lalu, tapi kita langsung akrab gitu,,
Tanpa sadar aku selalu mengupdate blog nya dia (baca: joko) dan selalu tanya kalo belum nulis di blognya,, hahaha, aneh ya.. 
Nah, akhir-akhir ini nih, si Joko selalu bilang gini ke aku,, "kamu sih nulis di blogmu, ntar aku jadi pembaca setiamu deh,, hahaha" (sambil ada emot ketawanya gitu :D) 
Dan detik ini lah, akhirnya aku memituskan untuk mencoba kembali menulis di blog,, hehe.. 
Terima kasih kawanku, telah membuka pikiranku untuk kembali lagi ke dunia maya ini.. Hehe..
You're my inspiration.. Thank you ;)
 

Joko, My Inspiration

Posted by : Unknown on :Jumat, 08 Mei 2015 With 1 komentar:

Teman Baikku ^-^

| Minggu, 25 Mei 2014
Baca selengkapnya »
Teman??
Apakah kamu memahamiku?? Apakah aku ini teman bagimu??
seribu alasan mulai berkecambuk didalam diriku, entahlah, aku pun tak memahaminya. satu alasan kenapa aku berfikir seperti itu adalah aku merasa kesepian. kesepian tanpa kehadiranmu disini.
Apa yang kamu lakukan teman?? Apakah kamu sedang sibuk??
rasanya aku selalu mengkhawatirkanmu. aku selalu merindukanmu. walaupun kamu berada didekatku, rasanya kita berada ditempat yang jauh dan berbeda.

Teman Baikku ^-^

Posted by : Unknown on :Minggu, 25 Mei 2014 With 0komentar
Tag : ,

Instropeksi diri adalah Jawaban yang Tepat !!

| Sabtu, 12 April 2014
Baca selengkapnya »
dalam kehidupan ini, pasti ada yang hitam dan ada yang putih, semuanya saling berkaitan satu sama lain,, nah,, kali ini aku ingin bercerita tentang kehidupanku yang ngambang,, antara hitam dan putih.. hehe :P

kalo penasaran,, silahkan di baca ya.. hehe :P

Instropeksi diri adalah Jawaban yang Tepat !!

Posted by : Unknown on :Sabtu, 12 April 2014 With 2komentar
Tag : ,
Next → ← Prev
▲Top▲